Luhut Resmikan Tempat Pelelangan Ikan Online di Sukabumi

Penulis: Pingit Aria

22/7/2019, 06.57 WIB

Nelayan bisa mengirnformasikan hasil tangkapannya sejak masih berada di laut dan menjual ikan secara online.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan Gerai Fish Market dan tempat pelelangan online, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palangpang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (20/7).
Kementerian Koordinator Kemaritiman
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan Gerai Fish Market dan tempat pelelangan online, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palangpang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (20/7).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan Gerai Fish Market dan tempat pelelangan online, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palangpang, Sukabumi, Jawa Barat. Program ini adalah yang pertama di Indonesia.

Untuk jual ikan online, Luhut menjelaskan bahwa nantinya para nelayan tidak perlu lagi menggunakan uang sebagai alat transaksi. Mereka juga bisa memberi tahu hasil panen mereka ke fish market ketika mereka masih berada di laut.

“Jadi mereka masih di laut, tapi fish market sudah tau apa yang di dapat, apa hasilnya, sudah ada transaksinya,” kata Luhut dari Sukabumi, Sabtu (20/07) dikutip dari siaran pers.

Untuk menunjang nelayan jual ikan online, pemerintah bekerja sama dengan startup pemancar sinyal dari Net1. Sistem ini bisa memancarkan sinyal dengan jarak sampai 60 kilometer ke tengah laut. “Bisa wifi,” kata Luhut.

Dengan sistem ini, ia berharap nelayan tidak lagi dibodohi oleh para tengkulak.

(Baca juga: KKP Ekspor 8,9 Ribu Hasil Perikanan Senilai Rp 588 Miliar)

Luhut juga menerima masukan para nelayan dan dari Bupati Sukabumi, termasuk soal tidak tersedianya cooler storage untuk tempat penampungan ikan hasil para nelayan.

Menko Luhut menegaskan akan segera melaporkan ke Presiden dan segera menanganinya dalam waktu dekat. Menurutnya, nelayan di sana membutuhkan cooler storage yang berkapasitas 50 ton. “Sehingga hasil panen tidak berimbas dijual murah atau harganya jatuh sekali,” tuturnya.

Luhut berharap lokasi yang juga merupakan salah satu Geopark tersebut nantinya semakin dikenal dengan hasil ikan yang baik dan menarik wisatawan.

“Pemerintah ingin memastikan program sampai ke bawah, bagaimana eksekusinya, bagaimana memastikan program itu jalan. Presiden sangat detail memeriksa satu-persatu,” katanya.

Selain Menko Luhut, hadir pula dalam peresmian ini Wakil Gubernur Jawa Barat, Wakil Gubernur Lampung, Bupati Sukabumi, Direktur Jenderal Pajak, Para Nelayan dan Para Tokoh lainnya.

(Baca: Biaya Logistik Naik, Ekspor Hasil Perikanan Sulsel Turun Signifikan)

Selain meresmikan pelelangan ikan online, Luhut juga meresmikan Pilot Project Program Satu Juta Nelayan Berdaulat. Dari Sukabumi, program ini akan diadopsi dalam skala nasional.

Program ini, kata Luhut, merupakan salah satu usaha pemerintah dalam mengurangi kemiskinan. Pemerintah melihat potensi laut sangat kaya, yakni US$ 2,5 triliun, sehingga perlu dikelola dengan baik.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha