Kontennya Diblokir Kominfo, Youtuber Kimi Hime Minta Bantuan Jokowi

Penulis: Desy Setyowati

25/7/2019, 13.50 WIB

Ada sekitar 16% penonton YouTube Kimi Hime yang berusia 13-17 tahun.

Youtuber Kimi Hime
YouTube/Kimi Hime
Kimi Hime saat menyampaikan data mengenai kategori usia penonton YouTube-nya.

Youtuber Kimi Hime atau Kimberly Khoe membuat konten untuk meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun YouTube-nya. Sebab, ia merasa kontennya tidak melanggar peraturan, seperti yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Kimi merasa tidak aman membuat konten di Tanah Air. “Dari segi material, waktu, dan emosional, menurut saya ini sangat menguras sekali. Saya tidak tahu harus mengadu ke mana lagi selain ke Pak Presiden, yang saya tahu memang peduli dengan industri gim dan para kreator,” katanya sembari menangis, melalui akun YouTube-nya yang diunggah dini hari tadi, Kamis (25/7).

Kementerian Kominfo meminta Google untuk menangguhkan tiga video YouTuber tersebut. Ketiga unggahan itu berjudul, Strip Challenge-Mati Satu Kali=Buka Baju, Lagi Tegang, Eh Keluar Putih-Putih!?, dan Keasyikan Bermain, Gadis Ini Mengeluarkan Cairan Lengket. Selain itu, enam konten diminta untuk dibatasi penyebarannya.

Kimi menjelaskan, judul itu dibuat supaya dibuka banyak pengguna internet (clickbait). “Di (video) itu, Kimi tidak ada buka baju. Itu hanya untuk clickbait. Kimi juga tidak bilang akan buka baju,” kata dia. 

(Baca: Kominfo Laporkan Sembilan Konten Youtuber Kimi Hime ke Google)

Sepengetahuannya, ketiga video itu sudah tidak ada channel YouTube-nya. Selain itu, ada beberapa konten yang hilang. Dia pun sudah menerima pesan dari YouTube terkait penangguhan sejumlah video yang diunggahnya.

Meski begitu, ia mengklaim bahwa konten yang dibuatnya tidak melanggar kebijakan YouTube ataupun peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang (UU) Pornografi. “Channel YouTube saya masih aman. Bar-nya masih hijau. YouTube (melakukan hal itu) hanya untuk comply atas permintaan pemerintah,” katanya.

Dia juga menjelaskan, sekitar setengah dari total penontonnya berusia 18-24 tahun. Kemudian, 24% berumur 25-34 tahun dan 6,6% kategori 35-44 tahun. Namun, ada sekitar 16% yang berusia 13-17 tahun.

Karena itu, ia membantah jika ada pihak yang menyebut penonton YouTube-nya mayoritas anak-anak di bawah umur. Lagipula, ia membahas gim PUBG melalui media sosial itu. Gim tersebut, kata dia, diperuntukkan pengguna 17 tahun ke atas.

Menurut dia, seharusnya ada peran orang tua dalam kasus ini. “Untuk para orang tua, YouTube bukan hanya untuk anak-anak, tetapi bagi semua umur dan golongan, kreator, termasuk saya untuk menghibur. Saya tidak bisa melarang anak-anak bila melihat konten saya. Orang tua harusnya mengawasi,” kata dia.

(Baca: Kominfo Blokir Ribuan Konten Vulgar dari TikTok hingga Smule)

Berdasarkan penjelasannya itu, ia meminta Jokowi untuk membantunya menyelesaikan persoalan ini. “Kalau pemerintah menghapus konten saya, cuma karena asumsi dan opini saja tanpa ada peraturan tertulis saya merasa ini ketidakadilan,” kata Kimi.

Dia juga berharap, Jokowi menindak media massa yang memberitakan dirinya tidak berdasarkan fakta. “Tolong Pak Presiden untuk media-media seperti ini, beritanya tolong berdasarkan fakta saja. Kalau mau buat headline tidak perlu sampai begitu,” katanya.

(Baca: SP3 Kasus Dugaan Pornografi, Rizieq Shihab Masih Terjerat Tiga Perkara)

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN