EMP Sebut Lifting Blok Kangean Rendah Karena Penyerapan Belum Maksimal

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Sorta Tobing

30/7/2019, 18.24 WIB

Lifting gas Blok Kangean pada semester I-2019 hanya sebesar 133 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) atau 67% dari target APBN 2019

lifting gas blok kangean, energi mega persada, skk migas
Arief Kamaludin |Katadata
Chairman Bakrie Group, Indra Bakrie (kiri), Menteri ESDM, Ignasius Jonan (ketiga kiri), CEO Japan Petroleum Exploration Company Limited, Hideichi Okada (kedua kiri) dan Kepala SKK Migas, Sutjipto menyapa pekerja lapangan Blok Kangean lewat sluran video langsung, usai peresmian Penyaluran Gas Lapangan Terang Sirasun Batur (TSB) Fase-2 di Surabaya, Jatim, Rabu, (20/3/2019).

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), mengakui lifting gas oleh anak usahnya yakni Kangean Energy Indonesia Ltd, di Lapangan Terang, Sirasun, dan Batur (TSB) Fase-2 Blok Kangean pada semester 1-2019 masih di bawah target. Rendahnya lifting ini karena penyerapannya di wilayah Jawa Timur belum maksimal.

"Jadi di Jawa Timur ini lebih ke isu penyerapannya," kata CFO dan Direktur Energi Mega Persada Edoardus A Windoe saat ditemui di Tower Bakrie, Jakarta pada Selasa (30/7).

Ia menyampaikan selama permintaan gas dari pembeli ada, pihaknya akan semaksimal mungkin menaikkan produksi gas Blok Kangean. Saat ini produksi di blok itu mencapai 160 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). "Targetnya, tentu kami ingin mencapai yang setinggi mungkin," ucap Edo.

(Baca: Kangean Energy Resmikan Penyaluran Gas Lapangan TSB Fase-2)

Berdasarkan laporan dari SKK Migas, lifting gas Blok Kangean pada semester I-2019 hanya sebesar 133 MMscfd atau 67% dari target APBN 2019 yang sebesar 200 MMscfd.

Sebagai informasi, pekerjaan pengembangan lapangan gas TSB fase kedua sudah berlangsung sejak 2014 dan telah selesai pada kuartal pertama 2019. Pengembangan ini melanjutkan produksi gas di lapangan gas Terang yang sudah berjalan pada pertengahan 2012.

Puncak produksinya diperkirakan mencapai 200 MMscfd. Blok gas lepas pantai ini terletak sekitar 90 kilometer di bagian utara pulau Bali dengan kedalaman laut 90 sampai 230 meter.

Energi Mega Persada merupakan perusahaan yang bergerak di industri hulu minyak dan gas (migas). Sampai dengan akhir September 2018, perusahaan mengoperasikan cadangan terbukti, terukur, dan terkira sebesar 10.46 juta barel minyak dan 1,1 triliun kaki kubik gas dari enam blok migasnya di Sumatera dan Jawa.

(Baca: Tingkatkan Produksi, EMP Kembangkan Blok Malacca Strait dan Bentu)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan