KPK Jelaskan Kronologi OTT Petinggi Angkasa Pura II dan PT INTI

Penulis: Happy Fajrian

2/8/2019, 10.41 WIB

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan bahwa KPK menerima informasi tentang akan terjadinya transaksi pada Rabu (31/7) hingga OTT Kamis (1/8).

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan kronologis operasi tangkap tangan (OTT) Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II dan staf PT INTI, pada Kamis (1/8) malam di Gedung KPK, Jakarta.
Antara
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan kronologis operasi tangkap tangan (OTT) Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II dan staf PT INTI, pada Kamis (1/8) malam di Gedung KPK, Jakarta.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi terkait kasus suap pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) pada PT Angkasa Pura Propertindo yang dilaksanakan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) tahun 2019.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan dua tersangka, yaitu Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (AP II) Andra Agussalam atau AYA dan staf PT INTI Taswin Nur atau TSW.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan bahwa KPK menerima informasi tentang akan terjadinya transaksi kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan lapangan.

"Setelah mendapatkan beberapa petunjuk awal, tim segera melakukan kegiatan penyelidikan hingga melakukan kegiatan tangkap tangan di Jakarta, Rabu (31/7) dan Kamis (1/8)," jelasnya saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/8) malam.

(Baca: KPK OTT Petinggi Angkasa Pura II, Sita Dugaan Suap Rp 1 Miliar)

Dalam kegiatan tangkap tangan itu, KPK mengamankan AYA, TSW, dan sopir berinisial END di Jakarta. Selanjutnya, beberapa pihak datang setelah diminta KPK untuk hadir, yaitu DIN seorang sopir, Executive General Manager Divisi Airport Maintainance Angkasa Pura II Marzuki Battung (MZK), Direktur PT Angkasa Pura Propertindo (APP) Wisnu Raharjo (WRA), dan staf PT INTI Tedy Simanjuntak (TSI).

Basaria menjelaskan bahwa tim KPK mendapatkan informasi akan terjadi penyerahan uang dari TSW ke END pada Rabu (31/7) malam.

"Setelah penyerahan uang terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, tim mengamankan TSW dan END pada Rabu (31/7) pukul 21.00 WIB. Dari END, tim mengamankan uang sebesar 96.700 dolar Singapura. Keduanya kemudian dibawa ke gedung KPK," ucap Basaria.

Selanjutnya pada sekitar pukul 21.30 WIB, DIN datang ke gedung KPK sesuai permintaan tim KPK. "Tim kemudian bergerak ke rumah AYA dan mengamankan AYA di rumahnya sekitar pukul 22.00 WIB. Kemudian membawa AYA ke gedung KPK," ujar Basaria.

(Baca: KPK Tetapkan Direktur AP II dan Staf PT INTI Tersangka Suap Proyek BHS)

Kemudian Kamis (1/8) pada pukul 09.00 WIB, Wisnu Raharjo dan Marzuki Battung datang berturut-turut ke gedung KPK sesuai permintaan tim KPK. "Selanjutnya pukul 15.00 WIB, TSI memenuhi permintaan KPK untuk datang ke tim KPK dan kemudian dibawa ke gedung KPK," kata Basaria.

Adapun pasal yang disangkakan, sebagai pihak penerima AYA disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagal pihak yang diduga pemberi TSW disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Paul 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Baca: Andra Agussalam, Direktur Keuangan Angkasa Pura II yang Ditangkap KPK)

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN