Pemerintah Perlu Perbaiki Kebijakan Investasi untuk Dongkrak Ekonomi

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

5/8/2019, 19.38 WIB

Ekonomi dinilai sulit tumbuh tinggi hingga tahun depan jika tak ada perubahan yang signifikan pada kebijakan investasi.

pertumbuhan ekonomi, investasi
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dinilai sulit mencapai target yang ditetapkan pemerintah hingga tahun depan tanpa ada perubahan yang signfikan pada kebijakan investasi.

Pemerintah dinilai sulit mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini maupun tahun depan, tanpa perubahan kebijakan di bidang investasi yang signifikan. Sebelumnya, pemerintah mengaku pesimistis target pertumbuhan ekonomi pada tahun ini sebesar 5,3% tercapai.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Pieter Abdullah Redjalam menekankan, pemerintah masih berpeluang mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tahun depan. Dengan catatan, dilakukan perbaikan pada sejumlah kebijakan terutama di bidang investasi yang kinerjanya anjlok pada kuartal II 2019.

BPS sebelumnya melaporkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 hanya mencapai 5,05%, melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu 5,27%. Perlambatan ekonomi terutama terjadi akibat melambatnya pertumbuhan investasi menjadi hanya 5,01% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 5,85%.

"Pemerintah masih punya peluang mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada 2020 dengan memperhatikan strategi kebijakan yang diusung. Terutama kebijakan yang mempermudah investasi," ujarnya saat dihubungi Katadata.co.id, Senin (5/8).

(Baca: Pemerintah Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2019 Tak Capai Target)

Ia menilai berbagai insentif pajak yang tengah digelontorkan pemerintah tak akan banyak mendorong investasi sepanjang tak ada perubahan kebijakan. Perubahan kebijakan yang dimaksud mencakup pembebasan lahan, konsistensi kebijakan, koordinasi pusat dan daerah, serta terkait pengupahan.

Pieter juga menekankan pentingnya soliditas kabinet pemerintahan yang akan datang untuk mendongkrak ekonomi ke depan. Pasalnya, kabinet baru tersebut lah yang seharusnya mengeluarkan terobosan kebijakan baru untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi pada tahun depan.

Sementara itu, Panel Katadata Insight Center Damhuri Nasution memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada tahun ini hanya akan mencapai kisaran 5%-5,1%. Ia juga melihat belum ada tanda-tanda ekonomi akan melaju pada tahun depan dan mencapai target pemerintah yang berada di kisaran 5,5%.

(Baca: Ekonomi Kuartal II 2019 Melambat Hanya Tumbuh 5,05%)

"Tahun depan saya belum melihat ada tanda-tanda perbaikan pertumbuhan ekonomi, mengingat ekonomi global masih menurun. Artinya, tahun depan kemungkinan masih akan di kisaran 5,05%-5,15," ungkapnya.

Sebelumnya, beberapa menteri di bidang perekonomian memperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini tak akan mencapai target sesuai APBN 2019 sebesar 5,3%. Pasalnya, pemerintah melihat ada indikasi perlambatan ekonomi yang tercermin dari realisasi kuartal II 2019 yang hanya mencapai 5,05%.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN