Beda Tokoh dan Topik Bahasan dalam Ijtima Ulama Jilid I hingga IV

Penulis: Pingit Aria Mutiara Fajrin

6/8/2019, 14.29 WIB

Digelar di hotel milik Tommy Soeharto, ijtima ulama IV tak lagi melibatkan tokoh dari koalisi Prabowo-Sandiaga.

Ribuan umat Islam melakukan zikir dan doa bersama saat Aksi Bela Islam III di kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12).
Arief Kamaludin|KATADATA
Ribuan umat Islam melakukan zikir dan doa bersama saat Aksi Bela Islam III di kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12).

Persaudaraan Alumni (PA) 212 kembali menggelar ijtima ulama jilid IV. Pertemuan tersebut di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Senin (5/8) kemarin.

Berbeda dengan pertemuan terdahulu, ijtima ulama IV tidak mengundang tokoh dari partai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Karena selesainya pemilu, dan pasangan calon 02 pun sudah membubarkan koalisi," kata Penanggung Jawab Ijtima Ulama IV, Yusuf Muhammad Martak.

Yang menarik, Hotel Lorin, Sentul yang menjadi lokasi ijtima ulama IV dan ijtima ulama III adalah milik Hutomo Mandala Putera alias Tommy Soeharto. Tommy memiliki bisnis perhotelan di bawah bendera PT Lor Internasional Hotel, di mana ia menjabat komisaris utama.

Tommy juga merupakan Ketua Umum Partai Berkarya, yang juga tergabung dalam PA 212 karena pernah sama-sama mendukung Prabowo-Sandiaga. Ketua DPP Berkarya, Badarudin Andi Picunang, membenarkan hotel tempat digelarnya ijtima ulama IV ini adalah milik Tommy.

(Baca juga: Ulama Terbelah, Jokowi Ingatkan Pilpres Tanpa Isu SARA)

Hanya, fasilitas itu tidak digunakan secara gratis. "Saya kira ijtima ulama IV mengambil tempat di Lorin bukan karena Pak Tommy. Mungkin alasannya karena para ulama merasakan kenyamanan di sana,” katanya.

Ada lima rekomendasi yang dihasilkan dalam ijtima ulama III yang turut dihadiri oleh Prabowo pada 1 Mei 2019 di Hotel Lorin. Di antaranya, telah terjadi kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif dalam pemilu 2019. Forum ini juga mendesak Bawaslu dan KPU untuk memutuskan membatalkan, atau mendiskualifikasi pasangan calon 01 (Joko Widodo-Ma’ruf Amin).

Sebelumnya, ada sejumlah politisi dari beberapa partai politik yang diundang pada Ijtima Ulama I dan II yang memutuskan untuk mendukung pasangan calon Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. Di antaranya, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Presiden PKS Sohibul Iman dan beberapa tokoh lain.

Sedangkan ijtima ulama IV turut dibuka oleh Rizieq Shihab melalui rekaman video dari Mekah, Arab Saudi. 

(Baca juga: Prabowo Janji Bawa Pulang Rizieq Shihab Jika Menang)

Ada delapan poin yang diputuskan dalam pertemuan ini, dari mulai upaya pemulangan Rizieq Shihab hingga seruan agar umat berinvestasi emas. Berikut rinciannya:

1. Menolak kekuasaan yang berdiri atas dasar kecurangan dan kezaliman serta mengambil jarak dengan kekuasaan tersebut.

2. Menolak segala putusan hukum yang tidak memenuhi prinsip keadilan.

3. Mengajak seluruh ulama dan umat untuk terus berjuang dan memperjuangkan;

- Penegakkan hukum terhadap penodaan agama.

- Mencegah bangkitnya ideologi marxisme, leninisme, komunisme, maoisme dalam bentuk apapun.

- Menolak segala bentuk perwujudan tatanan ekonomi kapitalisne dan liberalisme di segala bidang termasuk penjualan aset negara kepada asing.

- Pembentukkan tim investigasi dan advokasi untuk mengusut tuntas tragedi 2019 yang terkait kematian lebih dari 500 petugas Pemilu.

- Menghentikan pembubaran ormas Islam serta stop kriminalisasi ulama, serta memulangkan Rizieq Shihab ke Indonesia.

- Mewujudkan NKRI Syari'ah yang berdasarkan Pancasila dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi.

4. Perlunya ijtima ulama dilembagakan sebagai wadah musyawarah antara habaib dan ulama serta tokoh istiqomah untuk terus menjaga kemaslahatan agama, bangsa, dan negara.

5. Perlunya dibangun kerjasama dari pusat hingga daerah antar ormas Islam dan parpol yang selama ini istiqomah berjuang bersama habaib dan ulama serta umat Islam dalam membela agama, bangsa, dan negara.

6. Menyerukan kepada umat Islam untuk mengkonversi simpanan dalam bentuk logam mulia.

7. Membangun sistem kaderisasi yang sistematis dan terencana sebagai upaya melahirkan generasi Islam yang tangguh dan berkualitas.

8. Memberikan perhatian secara khusus terhadap isu dan masalah substansial tentang perempuan, anak, dan keluarga melalui berbagai kebijakan dan regulasi yang tidak bertentangan dengan agama dan budaya.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha