Anies Rancang Standar Operasional Darurat Pemadaman Listrik

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ratna Iskana

7/8/2019, 18.58 WIB

Pemprov DKI Jakarta juga akan meningkatkan penggunaan panel surya di gedung pemerintah dan sekolah di Jakarta.

listrik mati, anies baswedan
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Tindakan Darurat untuk menghadapi pemadaman listrik.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan akan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Tindakan Darurat untuk menghadapi pemadaman listrik. SOP tersebut akan dijalankan oleh jajaran pegawai Pemprov DKI Jakarta.

Anies menyebut pemadaman listrik di sebagian Pulau Jawa pada Minggu (4/8) menjadi alasan dibuatnya SOP tersebut. "Hikmahnya (dari mati listrik) menyadarkan kita semua pentingnya memiliki standar operasional tindakan dalam kondisi kedaruratan tanpa ada aliran listrik," kata Anies usai bertemu PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) di Balaikota, Jakarta, Rabu (7/8).

Selain penyusunan SOP, Anies juga akan menyusun langkah untuk menggalakkan penggunaan panel surya di gedung pemerintahan maupun sekolah di Jakarta. Anies menilai, tenaga surya merupakan salah satu sumber yang paling memungkin untuk digunakan di Jakarta. "Ini juga bahan pembicaraan dengan Menteri ESDM hari Jumat kemarin," ujarnya.

General Manager PLN Disjaya Ikhsan Asaad mendukung pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Jakarta. Saat ini ada 400 pelanggan di Jakarta yang menggunakan solar rooftop. "Misalkan terjadi listrik padam di PLN atau dari grid PLN, itu (solar rooftop) masih tetap bisa beroperasi," ujar Ikhsan.

(Baca: Pohon Sengon Picu Listrik Mati Massal, Ini Daftar Penyebab Lainnya)

Selain itu, ia berharap rumah atau gedung yang menggunakan solar rooftop bisa menjual listriknya ke PLN. Sebab saat libur, konsumsi listrik di Jakarta akan menurun sehingga listrik tersebut dapat disalurkan ke PLN. "Kalau terjadi worse case seperti kemarin itu, gedung ini tidak sampai padam total," katanya.

Sebelumnya pemadaman listrik terjadi di sebagian Pulau Jawa pada 4-5 Agustus kemarin. Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih melakukan investigasi terkait penyebab terjadinya pemadaman listrik tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani menyebutkan penyebab pemadaman listrik bukan faktor tunggal. Sebab, sistem kelistrikan Jawa-Bali cukup kompleks. Wilayah Jawa - Bali memiliki 250 pembangkit dan 500 Gardu Induk (GI) yang dihubungkan dengan dua jaringan transmisi yaitu jaringan transmisi sepanjang 5 ribu kilometer sirkit (kms) dengan kapasitas 500 kilovolt (kV) dan 7 ribu kms transmisi berkapasitas 150 kV.

(Baca: Setop Operasi Akibat Listrik Mati, Industri Kimia Diramal Rugi Rp 300M)

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN