Ekonomi Global Melambat, Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 14.227/US$

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Sorta Tobing

8/8/2019, 09.32 WIB

Saat ini pelaku pasar mewaspadai perlambatan ekonomi global. Rupiah ikut terseret pelemahan yuan Tiongkok.

rupiah hari ini, rupiah ke dolar, nilai tukar rupiah ke dolar
Arief Kamaludin|KATADATA
Nilai tukar rupiah pada hari ini, Kamis (8/8), dibuka melemah tipis ke level Rp 14.227 per dolar AS atau melemah 0,02% dibanding penutupan pasar spot kemarin.

Nilai tukar rupiah pada hari ini, Kamis (8/8), dibuka melemah tipis terhadap dolar AS. Saat berita ini ditulis, rupiah menyentuh level Rp 14.227 per dolar AS atau melemah 0,02% dibanding penutupan pasar spot kemarin.

Ahli Strategi McKenna Makro Greg McKenna mengatakan saat ini ekonomi global semakin melambat. "Ekonomi global akan melambat lebih lanjut, begitu pula dengan Tiongkok," tulisnya seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (8/8).

Ia pun menambahkan, terkait perlambatan ini sejumlah bank sentral di dunia akan terus memotong suku bunga acuannya. Selain itu, pendapatan banyak negara akan berada di bawah tekanan.

Karena itu, McKenna memperkirakan pedagang dan investor akan terus berhati-hati melihat kondisi ini. Perekonomian yang melambat di beberapa negara tentunya menjadi pertimbangan pedagang maupun investor dalam melakukan kegiatannya.

Selain itu, pedagang juga akan mengamati dengan seksama perbaikan yuan Tiongkok yang sempat mengalami devaluasi cukup dalam. Sementara, keputusan kebijakan moneter bank sentral Filipina yang akan dilakukan hari ini turut menjadi perhatian.

(Baca: Cadangan Devisa Naik, Rupiah Menguat ke 14.225 per Dolar AS)

Bank Indonesia (BI) saat ini mewaspadai dampak pelemahan yuan terhadap nilai tukar rupiah dan indikator perekonomian lainnya. "Ini patut diwaspadai karena memberikan dampak ke domestik kita dan emerging market secara keseluruhan," ujar Destry di Jakarta, kemarin.

Selain itu, menurut dia, bank sentral juga akan terus mewaspadai dan memonitor perkembangan ekonomi global lainnya yang dapat berdampak ke dalam negeri. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, menurut dia, membuat ekspor terkontraksi sehingga berkontribusi pada melambatnya pertumbuhan ekonomi.

(Baca: Ekonomi Kuartal II 2019 Melambat Hanya Tumbuh 5,05%)

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha