Pansel Sebut Cari Komisioner KPK yang Tahan Tekanan

Penulis: Fahmi Ramadhan

Editor: Ratna Iskana

8/8/2019, 15.10 WIB

Pansel juga akan mencari tahu sejauh mana para Capim KPK menyikapi masalah pemantauan, supervisi, dan pemberantasan kasus-kasus korupsi.

komisi pemberantasan korupsi
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Sejumlah calon pimpinan (capim) KPK mengikuti tes profile assessment di gedung Lemhanas, Jakarta, Kamis (8/8/2019). Sebanyak 40 orang capim KPK yang lolos tes psikologi mengikuti tes profile assessment yang berlangsung selama dua hari.

Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menggelar proses seleksi tahap Profile Assement. Ketua Pansel KPK Yenti Ganarsih mengatakan, dalam tahapan ini pihaknya akan mencari pimpinan KPK yang tahan menghadapi tekanan dari berbagai pihak dalam upaya pemberantasan korupsi.

Sebab, Profile Assement akan lebih mendalam ketimbang tahapan psikologi yang sebelumnya telah dilakukan Pansel KPK. Tahapan Profile Assement ini akan dilaksanakan selama dua hari, yaitu hari ini dan besok, Jum'at, (9/8).

Dalam tahapan ini, Pansel juga akan mencari tahu sejauh mana para Capim KPK menyikapi masalah pemantauan, supervisi, dan pemberantasan kasus-kasus korupsi yang akan dihadapi KPK. Pansel KPK juga akan menilai tingkat kepemimpinan capim KPK dalam melaksanakan tugas-tugasnya ke depan.

"Jadi kami melihat mereka paham atau tidak, karena walau bagaimanapun juga mereka akan membawahi para penyidik, penegak hukum, dan penuntut umum," ujar Yenti di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Jakarta, Kamis, (8/8).

(Baca: KPK Endus Keterlibatan Anggota DPR dalam Suap Impor Bawang Putih)

Pernyataan Ketua Pansel tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran mantan ketua KPK Abraham Samad terhadap capim KPK. Abraham berharap Pansel KPK dapat menekankan pentingnya perlindungan terhadap para pekerja KPK kepada 40 Capim KPK.

Perlindungan terhadap pekerja KPK penting dilakukan karena tak jarang  pegawai lembaga anti rasuah ini mengalami teror. "Pak Busyro Muqodas (mantan ketua KPK) pernah bilang, ada salah satu penyidik KPK yang diteror dengan cara ditabrak hinggga patah kaki dan masuk rumah sakit. Tapi tidak pernah diselesaikan permasalahannya sampai ke pengadilan," sebut Abraham dalam diskusi bertajuk "Perlindungan Pegawai KPK dan Pegiat Antikorupsi Dalam Proses Seleksi Capim KPK" di Jakarta, Rabu, (7/8).

Proses pengadilan penganiayaan terhadap pegawai KPK kerap diabaikan karena adanya kepentingan tertentu. "Kalau Pansel KPK bertugas dengan benar, 100 persen saya yakin kita bisa menemukan orang-orang yang punya integritas yang paripurna," ujar Abraham.

(Baca: Tak Puas Hasil Seleksi 40 Capim KPK, ICW Minta Jokowi Evaluasi Pansel)

 

Reporter: Fahmi Ramadhan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN