Rupiah Menguat 14.213 per Dolar AS Berkat Langkah 2 Bank Sentral Asia
Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan pasar spot sore ini, Kamis (8/8). Pukul 16.00 WIB, rupiah berada pada level Rp 14.213 per dolar AS atau menguat 0,8% dibanding penutupan hari sebelumnya.
Sementara, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah berada pada nilai Rp 14.231 per dolar AS hari ini.
Dikutip dari data Bloomberg, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS. Won Korea memimpin penguata, yakni sebesar 0,47%, kemudian menyusul dolar Taiwan dan peso Filipina masing-masing 0,41%, rupee India 0,33%, baht Thailand 0,28%, yuan China 0,23%, dan ringgit Malaysia 0,14%.
(Baca: Berkat Neraca Dagang Tiongkok, Rupiah dan Mata Uang Asia Menguat)
Di sisi lain euro dan Poundsterling Inggris juga menguat terhadap dolar AS masing-masing sebesar 0,16% dan 0,21%.
Direktur Riset Center Of Reform on Economics Pieter Abdullah Redjalam mengatakan penguatan rupiah terbantu oleh penurunan suku bunga acuan dua bank sentral di Asia. "Kegalauan investor sudah mereda dan mendapatkan angin dengan penurunan suku bunga di india dan thailand," katanya saat dihubungi Katadata.co.id, Kamis (8/8).
Sebelumnya, Bank Sentral India atau Reserve Bank of India (RBI) dan Bank Sentral Thailand (BOT) menurunkan suku bunga acuan. RBI memangkas bunga acuannya sebesar 35 basis poin (bps) menjadi 5,4%, level terendah sejak 2010.
(Baca: BI Waspadai Dampak Pelemahan Yuan ke Rupiah dan Ekonomi Indonesia)
Sementara Bank Sentral Thailand (BOT) memangkas bunga acuannya sebesar 0,25% menjadi 1,5%. Penurunan ini menjadi yang pertama sejak 2015
"Posisi yield indonesia yg masih tinggi menyebabkan aliran modal asing kembali masuk dan mendorong rupiah menguat," tutupnya.
