Survei BI: Penjualan Eceran Juni Turun

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

8/8/2019, 15.29 WIB

Penjualan eceran pada Juni 2019 turun dibanding bulan sebelumnya seiring pola musiman usai periode Ramadhan dan Lebaran.

bank indonesia, penjualan ritel
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi. Survei Bank Indonesia menunjukkan penjualan eceran pada Juli 2019 menurun dibanding bulan sebelumnya.

Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan penjualan eceran pada Juni 2019 turun dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan seiring dengan pola musiman usai berakhirnya momentum Ramadhan dan Idul Fitri. 

Hasil survei menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Juni 2019 tercatat sebesar 233,6, tumbuh negatif 1,8% atau turun dari 7,7% secara tahunan pada Mei 2019.

Penurunan terdalam dialami penjualan eceran kelompok bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 76,1 atau tumbuh negatif 10,9% secara tahunan. Kemudian disusul kelompok barang budaya dan rekreasi yang turun 8,8% menjadi 112,9 dan kelompok peralatan informasi dan komunikasi yang turun 8,2% menjadi 331. 

Selanjutnya, kelompok makanan, minuman dan tembakau turun 3,4% menjadi 252. Adapun hanya kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, barang budaya dan rekreasi, barang lainnya, serta sandang yang mencatatkan pertumbuhan positif.

Secara regional, mayoritas daerah mengalami penurunan pertumbuhan penjualan eceran. Penurunan penjualan eceran terdalam terjadi di Semarang sebesar 12,4%, disusul Medan 12,2%, Bandung 8,3% dan Denpasar 3,3%.

(Baca: Ditopang Konsumsi Lebaran, Ekonom Ramal Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,1%)

Sementara, Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makassar dan Manado mencatatkan pertumbuhan eceran yang positif. Tercatat, Jakarta mengalami pertumbuhan 10,6%, Surabaya 18,4%, Semarang 6,7%, Banjarmasin 35,1%, Makassar 29,1% dan Manado 16,4%.

Di sisi lain, survei BI memperkirakan penjualan eceran tumbuh meningkat 2,3% menjadi 221. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesori  yang diprediksi tumbuh 24%.

Kemudian pertumbuhan juga akan ditopang penjualan eceran kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya yang tumbuh 7,1% secara tahunan. Selanjutnya kelompok makanan, minuman dan tembakau juga akan menopang dengan pertumbuhan 1,5%.

Dari segi wilayah, BI turut memprediksi akan terjadi peningkatan penjualan eceran di sebagian besar kota. Kota tersebut yakni Banjarmasin yang diprediksikan tumbuh 35,1%, Makassar 29,1%, Jakarta 19,1% dan Surabaya 15,3%.

(Baca: Terpukul Perang Dagang, Surplus Tiongkok ke AS Turun pada Juli)

Sementara pada September 2019, diperkirakan harga barang eceran akan menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) sebesar 131,4 atau lebih rendah dari 138,3 bulan sebelumnya.

Namun, responden memperkirakan penjualan eceran pada September akan meningkat. Peningkatan tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) tiga bulan yaang akan datang sebesar 138 atau lebih tinggi dari perkiraan bulan sebelumnya yakni 136,3.

Kemudian, pada enam bulan yang akan datang yakni Desember 2019 harga eceran dieprkirakan akan meningkat. Peningkaatn tercermin dari nilai IEH 163,1 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya yakni 155,0.

Sedangkan untuk penjualan eceran pada Desember 2019, responden memperkirakan penjualan eceran akan meningkat yang terindikasi dari nilai IEP sebesar 162,5.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan