5 Negara dengan Tradisi Unik Perayaan Idul Adha

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Happy Fajrian

11/8/2019, 14.59 WIB

Tiap negara memiliki tradisinya sendiri dalam menyambut dan merayakan hari raya Idul Adha.

Warga membuat kulit ketupat dari daun kelapa untuk dijual. Memasak ketupat merupakan salah satu tradisi lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, yang hanya ada di Indonesia. Di belahan dunia lain, umat Muslim memiliki tradisi perayaan Idul Fitri dan Idu
ANTARA FOTO/Ampelsa
Warga membuat kulit ketupat dari daun kelapa untuk dijual. Memasak ketupat merupakan salah satu tradisi lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, yang hanya ada di Indonesia. Di belahan dunia lain, umat Muslim memiliki tradisi perayaan Idul Fitri dan Idul Adha-nya masing-masing yang cukup unik.

Perayaan Hari Raya Idul Adha di setiap daerah memiliki tradisi dan kekhasannya masing-masing. Seperti di Indonesia, perayaan Idul Adha dimulai dengan salat Ied, kemudian pelaksanaan sembelih hewan kurban, serta dilanjutkan dengan memasak dan makan bersama daging hasil kurban.

Di masing-masing daerah di Indonesia punya tradisi tersendiri dalam menyambut Idul Adha. Mulai dari tradisi Grebeg Gunungan di Yogyakarta, Manten Sapi di Pasuruan, hingga Kaul dan Abda’u (tradisi gendong kambing) di Maluku Tengah.

Tak hanya di Indonesia saja yang tradisinya beragam, beberapa negara di dunia juga memiliki tradisi yang unik. Berikut adalah lima negara dengan tradisi unik perayaan Idul Adha di seluruh dunia.

1. Inggris

Menurut Time and Date, saat Idul Adha umat Islam di Inggris biasanya menggelar berbagai perayaan yang diadakan oleh Komunitas Muslim di negara tersebut seperti pasar malam. Mereka tentu memulai hari dengan menjalankan Salat Ied serta menyembelih hewan kurban.

(Baca: Presiden Jokowi dan Ibu Negara Salat Idul Adha di Kebun Raya Bogor)

Selain itu, di masjid-masjid juga diadakan studi atau kuliah singkat yang membahas tentang Islam, terutama budaya dan sejarah. Untuk makanan khas Idul Adha di Inggris, daging kurban biasanya berupa daging sapi atau kambing dan diolah menjadi makanan bercitarasa gurih. Olahan daging ini dapat juga tergantung dari tradisi masing-masing keluarga muslim di Inggris, terutama bagi warga peranakan berdarah Timur-Tengah, Afrika Utara, Asia Selatan, atau Turki.

Setidaknya 4,8 persen dari total populasi penduduk Inggris adalah warga muslim. Islam merupakan agama terbesar kedua di Inggris, kendati terpaut selisih yang besar dari jumlah penganut Kristen dan mereka yang tidak memeluk agama apapun.

2. Maroko

Dilansir dari Marocco World News, umat Islam di Maroko biasanya menyembelih domba sebagai hewan kurban dan kemudian diolah untuk membuat masakan tradisional khas negara tersebut. Mereka memasak daging dari seluruh bagian domba, bahkan ada hidangan khusus yang menggunakan kepala, ekor, usus, perut, kaki, otak, lemak, hingga testis.

Di hari pertama Idul Adha, perut dan hati domba panggang menjadi sajian favorit bagi kebanyakan orang Maroko. Malam harinya, biasanya mereka menyajikan hidangan berupa kepala atau daging bahu domba dengan berbagai berbagai jenis sayuran, termasuk bawang, zucchini (semacam timun), labu, wortel, kol, tomat, kohlrabi (semacam lobak), dan terkadang ubi jalar, buncis, serta cabai. Hidangan ini disantap bersama couscous, yakni makanan utama bagi masyarakat Afrika Utara yang terbuat dari beras.

(Baca: Kementan Proyeksi Jumlah Pemotongan Kurban Tahun Ini Naik 10%)

Pada hari berikutnya, orang Maroko menyajikan barbekyu daging, salad, dan mkhmar atau batbout, roti semi datar yang dimasak dalam wajan. Mrouzia juga merupakan salah satu hidangan paling penting yang disajikan pada minggu Idul Adha. Hidangan ini menggabungkan berbagai jenis bahan makanan manis, asin, dan pedas dalam hidangan tajine daging (sup Maroko).

Selain kurban, Idul Adha juga menjadi kesempatan bagi keluarga Maroko untuk memperkuat hubungan mereka, yakni bertukar kunjungan dan berkumpul di meja yang sama untuk berbagi hidangan tradisional yang lezat. Idul Adha juga menjadi momen bagi warga Maroko untuk berbelanja pakaian tradisional baru untuk dikenakan di festival suci.

3. Mesir

Warga Mesir biasanya merayakan Idul Adha dengan memakan makanan yang banyak mengandung daging. Menurut situs pariwisata Mesir, Ask Aladdin, pada saat sarapan di Idul Adha warga Mesir biasanya menyantap daging yang telah dipotong kotak-kotak atau tumis hati. Daging tersebut dimakan dengan fatta, yaitu nasi yang dimasak dengan saus tomat.

Jika tidak sempat memakan daging dan fatta saat sarapan, maka keduanya wajib dihidangkan pada saat makan siang. Setelah itu, makanan penutup yang disebut ro’a dihidangkan. Ro’a adalah makanan yang mirip dengan pai daging. Selain tumis hati dan ro’a, makanan lainnya yang biasa dihidangkan adalah daging iga kambing.

(Baca: Storynomic Tourism, Strategi Pemerintah Dorong Pariwisata Nasional)

Idul Adha di Negeri Piramida ini merupakan waktu yang berharga bagi warga Mesir karena pada momen ini mereka akan berkumpul dengan keluarga dan berbagi daging kurban serta mengenakan pakaian baru.

4. Pakistan

Warga Pakistan biasanya merayakan Idul Adha selama empat hari. Sepanjang perayaan ini, toko-toko diminta untuk tutup karena orang-orang menghabiskan hari dengan berdoa dan menyembelih hewan kurban, menurut laporan dari Humanappeal.

Seperti di Indonesia, daging hewan korban kemudian dibagi-bagikan kepada saudara, kerabat, teman, atau mereka yang membutuhkan. Perayaan Idul Adha di Pakistan juga diramaikan dengan acara kumpul keluarga untuk saling berbagi makanan dan bertukar hadiah.

5. Uni Emirat Arab

Menurut Abu Dhabi Culture, Idul Adha merupakan waktu bagi warga Uni emirat Arab untuk memakai pakaian baru. Para wanita biasanya akan mengecat rambut mereka dan menggunakan parfum. Selain itu, tangan anak-anak dan para wanita akan dihias dengan menggunakan henna.

(Baca: Video: Mendulang Cuan dari Hewan Kurban)

Sebagian besar tuan rumah di negara tersebut akan menawarkan permen, kurma, buah, kopi, dan teh untuk tamu yang datang bersilaturahmi. Sedangkan, warga yang masih tinggal di daerah pedesaan menyuguhkan camilan kecil berupa kurma dan susu.

Sama seperti negara lainnya, negara ini juga ada tradisi pemotongan hewan kurban berupa domba, kambing, atau sapi yang dilakukan bersama dengan tetangga atau anggota keluarga besar. Kemudian daging kurban itu juga dibagikan kepada keluarga, teman, dan masyarakat yang membutuhkan.

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN