Fatar Yani, Praktisi Kawakan Migas di Kursi Wakil Kepala SKK Migas

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

12/8/2019, 19.20 WIB

Fatar telah berkarir di industri hulu migas sejak 30 tahun lalu. Sebelum menjadi Wakil Kepala SKK MIgas, Fatar menjabat sebagai Deputi Operasi SKK Migas.

skk migas
Indonesian Petroleum Association (IPA)
Fatar Yani dilantik sebagai Wakil Kepala SKK Migas pada Senin (12/8). Fatar telah berkecimpung di industri hulu migas sejak 30 tahun lalu.

Fatar Yani Abdurahman resmi dilantik menjadi Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada Senin (12/8). Fatar menggantikan Sukandar yang lengser dari jabatannya karena telah memasuki usia pensiun.

Pria kelahiran Jakarta 12 Oktober 1965 ini mempunyai segudang pengalaman di industri hulu migas dengan berbagai penugasan di bidang operasi dan produksi, kilang, perencanaan bisnis, hingga Health Safety Security Environment (HSSE).  Fatar memulai karirnya di industri hulu migas sebagai Junior Petroleum/Reservoir Engineer di ARCO Indonesia pada tahun 1989. Kemudian ia juga pernah menjabat sebagai Operations Planning and Business Analysis Manager di ExxonMobil Oil Indonesia.

Di samping itu, pria kelahiran Jakarta ini juga pernah bekerja di ConocoPillips Indonesia sebagai Block B Natuna Western Hub Field Operations Manager. Kemudian Fatar juga sempat pernah bekerja sebagai Operations Manager di Petronas Carigali.

Latar belakang pendidikan Fatar memang sejalan dengan karirnya. Dia menempuh pendidikan strata I di Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1989. Kemudian, merampungkan studinya sebagai Diploma Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Internasional di British Safety Council, London pada tahun 1996.

Selain itu, ia memegang sejumlah sertifikat yang berkaitan dengan kegiatan hulu migas, seperti Operasi Bisnis Bersertifikat (CBOP) daru IAPM Autralia, Asesor Manajer Instalasi Lepas Pantai Bersertifikat (OIM) dari BTEC UK, serta berbagai kursus lainnya.

(Baca: SKK Migas Terus Investigasi Tumpahan Minyak Pertamina)

Setelah menjabat sebagai wakil kepala SKK Migas, Fatar ingin memaksimalkan produksi migas siap jual (lifting). Maklum saja, realisasi lifting migas Indonesia dari tahun ke tahun terus turun.

Hingga akhir tahun ini, Fatar memproyeksi lifting minyak hanya sekitar 96-97 persen dari target APBN atau sekitar 750 ribu barel per hari (BOPD). Salah satu penyebabnya adalah kebocoran migas dari sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ). 

Sumur YYA-1 seharusnya mulai produksi pada September 2019. Namun sejak 12 Juli lalu justru terjadi kebocoran gas yang diikuti semburan minyak dari sumur tersebut. Sumur YYA-1 pun akan ditutup secara permanen sehingga tidak bisa diproduksi tahun ini.

"Tapi kami optimis kejar terus, korek saja dimana yang bisa, seperti BanyuUrip kan bisa digenjot juga,"ujar Fatar saat ditemui usai acara pelantikan di Gedung Kementerian ESDM, Senin (12/8).

Sedangkan lifting gas juga diproyeksi akan turun karena ada pengurangan produksi LNG hingga 11 kargo. Salah satu penyebabnya karena harga LNG yang jatuh di pasar internasional.  

Untuk mengejar lifting gas, Fatar ingin mengupayakan integrasi antara produksi, pengembangan, hingga komersial gas bumi. Sebab, produksi gas baru bumi bisa dilakukan jika sudah ada pembelinya. 

Sedangkan ketika sudah ada Gas Sale Agreement (GSA) saja, pembeli bisa tidak menyerap gas tersebut. Seperti produksi gas dari proyek Wasambo, Sengkang, Simenggaris, dan Sonoro. "Makanya saya di bagian operasi tidak banyak bisa masuk ke situ, sekarang saya bisa lihatlah,"katanya.

(Baca: SKK Migas Persoalkan Realisasi Lifting Rendah Akibat Investasi Lambat)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha