Pacu Penyerapan Minyak Sawit, Jokowi Minta B50 Diterapkan Tahun Depan

Penulis: Michael Reily

Editor: Martha Ruth Thertina

12/8/2019, 17.17 WIB

Jokowi meminta program B30 berjalan pada Januari 2020, setelah itu program B50 meluncur pada akhir 2020.

Biodiesel, Jokowi, Biodiesel Jokowi, B50, Jokowi B50, minyak kelapa sawit, B30, B20
123RF.COM/tang90246
Jokowi meminta program B50 meluncur pada akhir 2020.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penggunaan campuran minyak kelapa sawit sebesar 50% dalam solar atau biodiesel 50% (B50) menjadi program mandatori pada akhir 2020. Kebijakan ini untuk menekan impor minyak dan meningkatkan penyerapan domestik atas minyak kelapa sawit mentah (CPO).

Menurut dia, program B20 yang tengah dijalankan saat ini sudah bisa menghemat impor minyak sekitar US$ 5,5 miliar dalam setahun. "Ini angka yang gede banget, tidak kalah penting penerapan B20 akan menciptakan permintaan domestik untuk CPO yang sangat besar," kata dia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/8).

Permintaan Jokowi tentang pelaksanaan B50 pada tahun depan terbilang agresif, mengingat sesuai peta jalan, target pada 2020 adalah penggunaan campuran minyak sawit sebesar 30% atau biodiesel 30% (B30). Ia meminta program B30 berjalan pada Januari 2020, setelah itu program B50 meluncur pada akhir tahunnya.

(Baca: Infografik: Malaysia Rebut Pasar Sawit Indonesia di India)

Ia menyatakan, permintaan domestik yang besar terhadap minyak kelapa sawit juga bakal berdampak positif terhadap 17 juta orang yang berprofesi sebagai petani, pekebun, dan pekerja dalam industri kelapa sawit.

Selain itu, hal ini bakal meningkatkan posisi tawar minyak sawit Indonesia di pasar minyak nabati dunia. "Baik terhadap Uni Eropa maupun negara-negara lain yang mencoba untuk membuat bargaining position kita lemah," ujarnya.

Lebih jauh, dia memerintahkan para menteri untuk memulai penggunaan campuran minyak sawit dalam avtur. Penggunaan bioavtur bakal mengurangi impor avtur dan ujungnya membantu perbaikan defisit neraca dagang dan defisit neraca transaksi berjalan Indonesia.

(Baca: Balas Serangan Biodisel Eropa, Mendag Usul Pengenaan Tarif 25% Susu )

Jokowi menyatakan bakal melakukan audit lewat Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atau PriceWaterhouse Cooper (PWC) mengenai program mandatori biodiesel. Tujuannya, supaya program B30 bisa berjalan dengan baik sehingga langsung maju menjadi B50.

Dia juga akan meminta Pertamina untuk melaporkan pemanfaatan CPO dalam proses produksi biodiesel. "Tolong digarisbawahi setelah B20 kita akan menginjak di Januari 2020 ke B30," kata dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN