Demi Tambah Modal, Kimia Farma Akan Terbitkan 1,57 Miliar Lembar Saham

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Ratna Iskana

13/8/2019, 16.49 WIB

tambahan modal tersebut akan digunakan untuk membiayai pengembangan kegiatan usaha perusahaan serta entitas anak usahanya.

kimia farma
kimiafarma.co.id
Ilustrasi, gedung kimia farma. PT Kimia Farma (Persero) Tbk akan menerbitkan 1,5 miliar lembar saham. Kimia Farma masih menunggu persetujuan pemegang saham.

PT Kimia Farma (Persero) Tbk berencana melakukan penambahan modal dengan skema Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perusahaan berkode emiten KAEF tersebut akan menerbitkan saham seri B sebanyak 1.578.947.368 lembar saham.

Dari penerbitan saham baru, KAEF akan memperoleh dana untuk membiayai pengembangan kegiatan usaha perusahaan serta entitas anak usahanya. Penambahan modal KAEF akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan pada 18 September 2019.

"Pelaksanaan PMHMETD paling lambat 12 bulan setelah pelaksanaan RUPSLB," seperti dikutip dari Keterbukaan Informasi, Selasa (13/8).

(Baca: Kimia Farma Jajaki Akuisisi Perusahaan Farmasi dan Rumah Sakit)

Apabia pemegang saham tidak menggunakan HMETD, maka akan terkena dilusi atas persentase porsi kepemilikan pemegang saham di Perseroan. Perhitungannya dari jumlah maksimum sebesar 22,14% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Pada tahun lalu KAEF mencatat laba bersih sebesar Rp 415,90 miliar atau naik 27,27% dibandingkan periode yang sama pada 2017. Sedangkan untuk penjualan bersih sebesar Rp 7,45 triliun atau meningkat 21,65% secara year on year (yoy). Beban pokok penjulan turut mengalami peningkatan sebesar 19,06% menjadi Rp 4,67 triliun.

Namun,kinerja keuangan KAEF pada kuartal I 2019 menurun. Laba bersih kuartal I 2019 turun 44% dari Rp 37,2 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 20,6 triliun. Menurunnya laba bersih pada awal tahun ini disebabkan meningkatnya beban pokok penjualan sebesar 22% dari Rp 973 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 1,1 triliun.

(Baca: Menperin: Industri Farmasi Nasional Tumbuh 4,46% Tahun Lalu)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN