Usai Bahas Dengan ESDM, BPMA Pastikan Renco Dapat Lanjutkan Operasi

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ameidyo Daud

13/8/2019, 12.08 WIB

Renco akan menjalankan operasi dengan catatan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya.

Foto udara Rig Offshore Sumur Tambakboyo-3 Saka Energi Indonesia di Blok Pangkah, Pantai Utara Jawa Timur, Rabu, (10/4/2019). Rig offshore tersebut digunakan untuk aktifitas eksplorasi di Blok Pangkah yang dikelola oleh kontraktor kontrak kerjasama (KKKS)
KATADATA
Ilustrasi kilang minyak lepas pantai. (BPMA) menyatakan Renco Elang Energy dapat melanjutkan operasionalnya di Lapangan Amanah Timur 2, South Block A (SBA).

Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi Aceh (BPMA) menyatakan bahwa Renco Elang Energy dapat melanjutkan operasionalnya di Lapangan Amanah Timur 2, South Block A (SBA).

Hal tersebut berdasarkan pertemuan BPMA dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada pekan lalu guna membahas kelanjutan operasi Renco.

Dari hasil pertemuan tersebut diketahui Renco akan menjalankan operasi dengan catatan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Azhari Idris juga telah menegur Renco agar memenuhi dokumen persyaratan operasional yang masih kurang.

"Sudah kami minta untuk menyiapkan dokumen semua persyaratan yang memang diwajibkan di dalam sebuah operasi hulu migas yang benar," ujar Azhari saat ditemui Katadata.co.id di Gedung Kementerian ESDM, Senin (12/8) kemarin.

(Baca: BPMA Tolak Aktivitas Renco Elang Energy di Lapangan Amanah Timur 2)

Sebelumnya BPMA menolak segala aktivitas operasi Renco di SBA lantaran pengeboran yang tak dilakukan sesuai prosedur. BPMA juga melayangkan surat kepada Ditjen Migas yang menyatakan tidak merekomendasikan aktivitas tersebut.

Azhari mengatakan koordinasi dengan BPMA selaku regulator kegiatan hulu migas di Aceh sangat penting. Apalagi aktivitas pengeboran sumur migas mempunyai tingkat risiko yang cukup tinggi. "Mereka komitmen akan melakukan itu, dan mudah-mudahan mereka dalam bekerja lebih baik," kata Azhari.

Deputi Operasi dan Perencanaan BPMA Teuku Muhammad Faisal mengatakan, selama ini operasional Lapangan Amanah Timur 2 berada di bawah naungan BPMA. Namun dalam menjalankan aktivitas operasi migas, Renco tidak pernah berkoordinasi dengan BPMA.

"Mungkin karena sisi finansial Renco memang bermasalah, dari segi tanggung jawab dan kepenuhan kewajiban juga agak kendor," ujar Faisal, saat ditemui Katadata.co.id di Kantor BPMA, Banda Aceh, Juli lalu.

(Baca: Incar Cadangan Migas Baru, Renco Elang Energy Eksplorasi South Block A)

Faisal menjelaskan, salah satu penyebab minimnya koordinasi adalah terjadinya aktivitas pengeboran tanpa izin yang dilakukan oleh kontraktor tersebut. Ia menambahkan awalnya Renco memohon pengeboran untuk mengambil sampel, namun ditolak oleh BPMA. "Mereka ingin membuktikan bahwa minyak itu ada di kedalaman berapa," ujarnya.

Renco Energy merupakan operator Wilayah Kerja SBA dan menandatangani kontrak bagi hasil (PSC) dengan pemerintah pada 5 Mei 2009. Wilayah Kerja SBA terletak di Sumatera bagian Utara yang merupakan salah satu cekungan hidrokarbon paling produktif di Indonesia dengan lebih dari 80 lapangan migas.

The United States Geological Survey (USGS) pada tahun 2000 menyatakan, kurang lebih 1.900 juta barel (mmbbl) cadangan minyak dan 34 triliun kaki kubik (tcf) gas telah ditemukan di cekungan ini. Laporan USGS memperkirakan lebih dari 9 tcf gas dan 210 mmbbl minyak belum dieksplorasi di wilayah Sumatera Bagian Utara.

(Baca: Menanti Komitmen Eksplorasi Pasca Lelang Migas)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN