Ketepatan Waktu Terbang Lion Air Sentuh 80,76% pada Juli 2019

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Desy Setyowati

14/8/2019, 10.59 WIB

Pencapaian ini lebih tinggi dibanding Juli 2017 dan 2018.

ketepatan waktu penerbangan Lion Air
ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG
Ilustrasi, pesawat Lion Air. Lion Air mencatat, tingkat ketepatan waktu layanannya mencapai 80,76% pada Juli 2019.

Maskapai penerbangan Lion Air mencatat, tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) layanannya mencapai 80,76% pada Juli 2019. Pencapaian ini lebih tinggi dibanding bulan yang sama pada 2017 dan 2018.

Pada Juli 2017, tingkat ketepatan waktunya hanya 66%. Sedangkan pada periode sama tahun lalu, 69,87%. “OTP ini yang tertinggi jika dibanding waktu yang sama pada dua tahun terakhir,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers, kemarin (13/8).

OTP menunjukkan ketepatan waktu penerbangan saat keberangkatan (departure) dan kedatangan (arrival) di bawah 15 menit dari jadwal yang ditentukan. Penghitungan ini sesuai laporan Integrated Operation Control Center (IOCC) Lion Air Group.

(Baca: Garuda Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG Flightview)

Danang mencatat, rata-rata ada 451 penerbangan per hari selama Juli 2019. Jumlah tersebut setara 13.991 frekuensi terbang. "Periode ini, terjadi peningkatan penerbangan yang salah satunya momen ramai pengunjung (peak season)," kata dia.

Dalam hal ketepatan waktu, Danang mengungkapkan bahwa berbagai langkah strategis telah diterapkan perusahaannya. Di antaranya mengatur pergerakan penumpang dan pesawat, koordinasi intensif bersama pihak terkait. Kedua hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran perjalanan setiap hari.

Selain itu, ia memastikan perusahaannya mengikuti standar prosedur pengoperasian pesawat udara dan petunjuk dari pabrik. Misalnya, dalam hal pemeliharaan, pengecekan komponen, pelatihan awak pesawat dan hal lainnya. 

Lion Air juga menjalankan prosedur Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) yang didukung Kementerian Perhubungan. Langkah-langkah itu ditempuh untuk mempertahankan tingkat ketepatan waktu penerbangan.

(Baca: Grup Lion Tambah Penerbangan di Bandara Bandung)

Adapun tingkat utilisasi pesawat Lion Air sekitar 8-9 jam per hari. Rata-rata enam pesawat menjalani perawatan atau schedule maintenance setiap harinya. Lalu, ada sekitar lima pesawat sebagai cadangan.

Untuk meminimalkan keterlambatan penerbangan, Lion Air menggunakan sistem terstruktur, konsisten dan komprehensif antara perawatan pesawat (maintenance) dan tim operasional. Dengan begitu, maskapai bias menentukan rotasi baru apabila terjadi hambatan di lapangan (irregularities).

Lion Air pun mengoptimalkan operasi berdasarkan tipe pesawat. Ada 66 Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), 38 Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi), tiga Airbus 330-300 (440 kelas ekonomi) dan satu Airbus 330-900NEO (436 kelas ekonomi).

(Baca: Bos Lion Air Usul Diskon Tiket Pesawat Berlaku Tiap Hari)

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan