Mentan: KPK Ambil Data Ditjen Hortikultura Terkait Suap Impor Bawang

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ameidyo Daud

14/8/2019, 15.52 WIB

Amran menyatakan akan menunggu proses penyelidikan KPK terkait suap impor bawang.

KPK, Kementan, Bawang Putih.
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) saat berkunjung ke gedung KPK, Jakarta, Senin (13/3). KPK menggeledah Ditjen Holtikultura.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil data verifikasi tanam dalam penggeledahan ruang kerja Direktur Jenderal Hortikultura pada Senin (12/8). Penggeledahan itu terkait kasus dugaan suap impor bawang putih yang telah menyeret 11 orang, termasuk Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Nyoman Dhamantra.

Amran menyatakan akan menunggu proses penyelidikan yang dilakukan komisi antirasuah tersebut. Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto juga disebutnya telah bergerak untuk memeriksa kondisi riil di lapangan.

"KPK mengambil data mengenai verifikasi wajib tanam,” kata Amran, seperti yang dikutip dalam siaran pers, Rabu (14/8).

(Baca: KPK Tahan Anggota Fraksi PDIP Tersangka Suap Impor Bawang Putih)

Amran juga menonaktifkan pejabat eselon II, III, dan IV terkait rekomendasi impor bawang putih meski belum terbukti bersalah. Langkah ini dilakukan demi menyelamatkan reputasi Kementan.

Ia juga membuka kemungkinan pejabat tersebut dikembalikan posisi dan nama baiknya jika tak terbukti bersalah. "Ini demi reputasi Kementerian Pertanian," kata dia.

(Baca: Mentan Copot Seluruh Pejabat yang Tersangkut Kasus Suap Bawang Putih)

Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono menjelaskan, eselon I sepakat mencopot semua pejabat karena dianggap lalai dalam pengawasan dan pelaksanaan proses rekomendasi impor bawang putih.

Saat ini tiga orang pegawai KPK telah ditempatkan di Kementan dalam rangka pencegahan korupsi. Inspektur Jenderal Kementan Justan Siahaan mengungkapkan ada pegawai Ditjen Hortikultura telah melaporkan adanya gratifikasi ke KPK. Ditjen Hortikultura juga memasukkan 72 importir bawang nakal ke dalam daftar hitam.

Ia juga merinci ada 145 pegawai Kementan yang telah dipecat lantaran bermasalah. Secara total, ada 1.432 pegawai yang didemosi dan mutasi lantaran sejumlah masalah.

"Mentan tidak ingin terjadi fitnah dan merusak nama baik Kementerian yang dipimpinnya," kata Justan.

 

 

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan