Transaksi Tembus Rp 89,5 Triliun, Pengguna Aktif GoPay Terbanyak di RI

Penulis: Desy Setyowati

14/8/2019, 13.57 WIB

Transaksi melalui e-wallet diperkirakan mencapai US$ 25 miliar pada 2023.

Gopay pengguna terbanyak
Katadata
Ilustrasi GoPay. Riset iPrice menunjukkan, pengguna aktif bulanan Gopay yang terbanyak di Indonesia.

Riset iPrice Group dan App Annie menunjukkan, pengguna aktif bulanan GoPay merupakan yang terbanyak di Indonesia. Alhasil, transaksi melalui dompet digital besutan Gojek itu tembus US$ 6,3 miliar atau sekitar Rp 89,5 triliun per Februari 2019.

Perusahaan riset itu mencatat, 70% transaksi di aplikasi Gojek menggunakan GoPay sebagai sarana pembayaran. “GoPay juga merupakan metode pembayaran utama dari GoFood, yang juga merupakan layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara,” demikian dikutip dari laporan iPrice, Senin (12/8) lalu.

Bank Indonesia (BI) mencatat, ada 38 dompet elektronik (e-wallet) yang mendapat lisensi resmi. Pada 2018, transaksi melalui layanan ini mencapai US$ 1,5 miliar. Medium mencatat, 30% dari total transaksi uang elektronik di Indonesia berasal dari GoPay.

(Baca: Saling Salip Gojek dan Grab Berebut Pasar Keuangan di Asia Tenggara)

Aplikasi e-wallet milik Lippo Group, OVO menduduki peringkat kedua berdasarkan jumlah unduhan per Kuartal II 2019. Layanan dompet digital ini digunakan di Grab, Tokopedia hingga maskapai penerbangan Wings Air, Batik Air dan Lion Air.

Posisi ketiga ditempati oleh dompet digital besutan Emtek group dan Ant Financial (Alipay), DANA. Berdasarkan data iPrice Group, pengguna aktif bulanan DANA relatif stabil sejak akhir tahun lalu.

LinkAja menempati posisi keempat dengan jumlah unduhan aplikasi terbanyak per Kuartal II 2019. E-wallet milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki sekitar 22 juta pengguna. iPrice juga mencatat bahwa pengguna aktif bulanan LinkAja stabil sejak Kuartal II 2018.

Mengacu pada laporan Nomura ASEAN internet: Opening up the mobile wallet, GoPay memiliki 10 tipe layanan. Di antaranya pesan-antar makanan, transportasi publik, pembelian tiket bioskop, pembayaran e-commerce, logistik, teknologi finansial pinjaman (fintech lending), pengisian pulsa, tagihan bulanan dan penarikan tunai.

(Baca: Potensi LinkAja Menggoyang Dominasi Dompet Digital Go-Pay dan OVO)

Sedangkan LinkAja memiliki sembilan variasi layanan yang hampir sama dengan GoPay, kecuali berbagi tumpangan (ride-hailing). Namun, LinkAja sudah bekerja sama dengan Gojek. Dengan begitu, dompet digital ini juga bakal dapat digunakan untuk transportasi ojek dan taksi online.

Lalu, Paytren memiliki delapan layanan pembayaran. Sedangkan DANA dan OVO menyediakan tujuh tipe layanan.

BI memperkirakan, transaksi melalui uang elektronik mencapai US$ 25 miliar pada 2023. Regulator pun meluncurkan standardisasi kode QR (QRIS). Fasilitas ini memungkinan satu kode QR bisa dipindai dengan beragam aplikasi e-wallet. Layanan ini diharapkan bisa menjadi metode pembayaran bagi 65 juta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

(Baca: Gencar Perluas Layanan, LinkAja Segera Hadir di Aplikasi Gojek)

Penulis : Dorothea Putri Verdiani (Magang)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN