Kilang Balikpapan Kebakaran, Pertamina Masih Investigasi Penyebabnya

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

15/8/2019, 14.27 WIB

Pertamina masih investigasi penyebab kebakaran kilang Balikpapan.

pertamina, kilang balikpapan
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, area Refinery Unit V Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur (22/7). Kilang Balikpapan sempat terbakar sekitar pukul 09.30 WITA. Pertamina mengklaim api sudah padam pada 12.15 WITA.

Kebakaran sempat terjadi di area kilang Balikpapan sekitar pukul 09.30 WITA. Pertamina masih melakukan investigasi atas kebakaran yang telah padam pada pukul 12.15 WITA.

Sejak munculnya api, petugas melakukan pemadaman api dengan menggunakan media foam dan air serta mengerahkan empat unit mobil Pemadam Kebakaran dan satu unit trailer foam. Penanggulangan pasca kejadian masih dilakukan oleh tim Pertamina.

"Kebakarannya sudah padam, sedang proses pendinginan," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman di Kantor Pusat Pertamina, Kamis (15/8).

Pertamina mengklaim saat ini kilang tetap beroperasi. Pertamina juga telah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran kilang Balikpapan. "Saat ini kami masih menunggu update di lapangan. Kilang secara general beroperasi dengan baik," ujarnya.

(Baca: Pertamina Akan Tunjuk Mitra Kilang Balikpapan pada Oktober 2019)

Fajriyah memastikan tidak ada korban jiwa atas terjadinya insiden ini. Pihaknya pun terus melakukan pemantauan di lapangan. 

Sebelumnya operasi kilang Balikpapan juga pernah terhambat saat pipa minyak yang menghubungkan Terminal Lawe-Lawe dengan kilang tersebut putus pada Sabtu 31 April 2018. Penyebabnya karena pipa terseret kapal batu bara berbendera Panama yang berasal dari Tiongkok. 

Kejadian tersebut pun menyebabkan kebakaran dan mencemari laut di kawasan Teluk Balikpapan. Kasus tumpahan minyak di Balikpapan ini termasuk kasus besar sepanjang 2018 karena tumpahan minyak mencapai 40.000 barel atau setara 4.000 ton minyak. Menurut The International Tanker Owner Pollution Federation, tumpahan minya di atas 700 ton termasuk kategori tingkat besar.

(Baca: Sudah 9 Bulan, Gugatan Kasus Tumpahan Minyak Balikpapan Belum Rampung)

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan