Makin Mengkilap, Harga Emas Diproyeksi Capai US$ 1541 per Troy Ounce

Penulis: Ratna Iskana

15/8/2019, 15.45 WIB

Harga emas melanjutkan tren naik karena anjloknya pasar global setelah imbal hasil obligasi sejumlah negara maju berada di titik terendah.

harga emas
KATADATA/DONANG WAHYU
Ilustrasi, perdagangan emas. Harga emas makin mengkilap hingga diproyeksi mencapai US$ 1541 per troy ounce.

Harga emas melanjutkan tren naik didukung dengan sentimen positif dari pasar global. Analis PT Garuda Berjangka Ibrahim memproyeksi harga emas di pasar spot pada hari ini Kamis (15/8) akan diperdagangkan di level US$ 1491 per troy ounce hingga US$ 1541 per troy ounce. Sedangkan logam mulia akan diperdagangkan di level Rp. 785.044/gram hingga Rp.808.449/gram.

Ibrahim mengatakan, melonjaknya harga emas hari ini karena anjloknya pasar global setelah imbal hasil sejumlah negara maju jatuh. Seperti imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) 30 tahun mencapai titik terendah sepanjang masa.

Selain itu, imbal hasil obligasi 10 tahun Jerman dan obligasi 10 tahun Prancis bergerak ke rekor terendah baru. Akibatnya, selera investor untuk mengambil investasi yang beresiko pun menjadi sangat rendah terutama di negara berkembang yang akan kesulitan menjaring peminat. Sehingga investor memilih berinvestasi ke logam mulia.

Harga emas juga ditopang oleh kerusuhan politik di Hong Kong yang menyebabkan beberapa perusahaan membatalkan investasinya. Mengutip dari Bloomberg, Ibrahim menyebut satu perusahaan membatalkan rencana IPO senilai $ 500 juta di Hong Kong, dan setidaknya dua perusahaan lain mempertimbangkan langkah yang sama.

(Baca: Harga Emas Antam Kembali Cetak Rekor Tertinggi Rp 759 Ribu)

Ditambah kicauan Presiden AS Donald Trump di Twitter yang menyatakan akan ada "pertemuan pribadi" dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengenai krisis Hong Kong yang sedang berlangsung, dan kesepakatan perdagangan harus dilakukan setelah China "bekerja secara manusiawi dengan Hong Kong."

Mengutip sumber industri, Tiongkok telah membatasi impor emas sejak Mei sekitar 300-500 ton dibandingkan dengan tahun lalu. Reuters menyebut Tiongkok mengimpor emas sekitar sepertiga dari total pasokan dunia dan membeli sekitar 1.500 ton logam tahun lalu.

"Permintaan Tiongkok untuk perhiasan emas, emas batang untuk investasi, dan koin telah meningkat tiga kali lipat dalam dua dekade terakhir karena negara ini dengan cepat menjadi lebih kaya. Cadangan emas resmi Tiongkok naik lima kali lipat menjadi hampir 2.000 ton, menurut data resmi,"kata Ibrahim dalam keterangan tertulis pada Kamis (15/8).

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Kamis (15/8) juga naik Rp 5.000 dibanding kemarin, menjadi Rp 759 ribu per gram pada pembukaan perdagangan hari ini. Alhasil, harga emas kembali mencatatkan rekor. Harga logam sudah dua kali menyentuh rekor dalam sepekan terakhir. Rekor pertama mencapai Rp 753 ribu per gram pada Kamis (8/8) lalu. Lalu, harga emas menyentuh Rp 755 ribu per gram, Selasa (13/8) lalu.

Berdasarkan laman logammulia.com harga jual kembali (buy back) emas Antam juga naik Rp 5.000 menjadi Rp 687 ribu per gram. Harga emas Antam pun berada di level psikologis Rp 700 ribu per gram. Harga jual emas yang tercantum tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh), sebagaimana diatur lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Ada pengenaan PPh 22 sebesar 1,5% untuk penjualan emas batangan Antam dengan nominal di atas Rp 10 juta.

(Baca: Perang Dagang Mereda Sesaat, Trump Tunda Kenakan Tarif Impor Ponsel dan Mainan Tiongkok)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN