Anggaran Pendidikan Rp 505,8 Triliun, Begini Program Baru Jokowi

Penulis: Michael Reily

Editor: Yuliawati

16/8/2019, 15.09 WIB

Jokowi menyatakan inisiasi program kartu Pra-Kerja bakal dimulai pada 2020.

pendidikan, anggaran, jokowi
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB menghadiri Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan anggaran pendidikan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) pada 2020 sebesar Rp 505,8 triliun, lebih tinggi 2,7% daripada realisasi anggaran 2019 yang sebesar Rp 492,5 triliun. Alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari keseluruhan porsi belanja Indonesia.

Jokowi menyatakan inisiasi program kartu Pra-Kerja bakal dimulai  pada 2020. "Untuk meningkatkan akses keterampilan bagi anak-anak muda, para pencari kerja, dan mereka yang mau berganti pekerjaan," katanya dalam Pidato Nota Keuangan 2020 di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8).

(Baca: Jokowi Ungkapkan Pentingnya Kualitas SDM di Hadapan Anggota Dewan)

Dia menjelaskan anak-anak muda boleh memilih jenis kursus yang mereka inginkan. Dia menyebutkan, jenis kursus yang tersedia adalah coding, data analytics, desain grafis, akuntansi, bahasa asing, barista, agrobisnis, hingga operator alat berat.

Selain itu, pemerintah juga memperluas sasaran beasiswa untuk ikut serta dalam pendidikan tinggi kepada 818 ribu mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk program beasiswa prestasi akademik.

Jokowi mengungkapkan program KIP-Kuliah merupakan lanjutan bidik misi. Tak hanya universitas, beasiswa KIP-Kuliah dapat dimanfaatkan mahasiswa pendidikan vokasi dan politeknik, serta pendidikan sarjana pada program studi sains dan teknologi.

(Baca: Jokowi: Indonesia Rumah Kita Bersama)



Pemerintah akan memberikan akses kepada keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi setelah wajib belajar 12 tahun. "Hanya lewat pendidikan yang lebih baik kita dapat memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi," ujar Jokowi.

Selain itu, pemerintah tetap melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 54,6 juta siswa pada tahun 2020. Program menyasar pendidikan dasar dan menengah. Kemudian, Program Indonesia Pintar (PIP) juga tetap ada dengan sasaran beasiswa kepada 20,1 juta orang siswa.

Menurut Jokowi, peningkatan anggaran supaya tak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal. Dia menyebut kemampuan dasar anak-anak Indonesia harus terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar.

(Baca: Jokowi Tambah Bansos Pangan Jadi Rp 1,8 Juta per Keluarga di 2020)

Dia ingin kemampuan literasi, matematika, dan sains sumber daya manusia Indonesia semakin meningkat. Sehingga, pendidikan menjadi pijakan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Jokowi menyatakan rancangan pendidikan dan pelatihan pemerintah sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah ingin mencetak calon-calon pemikir, penemu, dan pengusaha hebat di masa depan.

Dia menambahkan, kebijakan peningkatan kualitas manusia Indonesia juga akan mengarah pada perbaikan kualitas guru. "Mulai dari proses penyaringan, pendidikan keguruan, pengembangan pembelajaran, dan metode pengajaran yang tepat dengan memanfaatkan teknologi," kata Jokowi.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan