Data Perdagangan AS Membaik, Harga Minyak Berhasil Naik Tipis

Penulis: Ratna Iskana

16/8/2019, 10.04 WIB

Data perdagangan ritel AS naik 0,7% pada Juli yang menunjukan daya beli masyarakat masih cukup bagus.

harga minyak, amerika serikat
KATADATA
Ilustrasi, aktivitas pengeboran minyak lepas pantai. Harga minyak berhasil dibuka naik pada perdagangan Jumat (16/8) yang ditopang data penjualan ritel Amerika Serikat yang membaik.

 

Harga minyak mentah berhasil naik pada Jumat (16/8) setelah dua hari berturut-turut melemah. Data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) menopang harga minyak pada hari ini setelah ditekan kekhawatiran resesi ekonomi di sejumlah negara ekonomi besar.

Mengutip dari Reuters, harga minyak Brent naik tipis sebesar 0,5% menjadi US$ 58,54 per barel setelah turun hingga 2,1% pada Kamis dan 3% di hari sebelumnya. Harga minyak WTI juga naik sebesar 0,8% menjadi US$ 54,9 per barel. Harga minyak WTI sempat turun 1,4% pada perdagangan kemarin dan turun 3,3% di hari Rabu (14/8).

Data perdagangan ritel AS naik sebesar 0,7% pada Juli yang menunjukan daya beli masyarakat masih baik meskipun ada penurunan pembelian sepeda motor. Biarpun begitu, imbal hasil treasury AS jatuh untuk pertama kalinya sejak Juni 2007 yang berpengaruh pada harga saham dan minyak mentah dan menunjukkan suramnya ekonomi AS.

"Meningkatnya data ekonomi AS yang dirilis semalam telah menunjukkan adanya zona nyaman di tengah prediksi suramnya ekonomi domestik AS. Data tersebut juga mampu mengurangi kekhawatiran terhadap resesi,"ujar Stephen Innes, Managing Partner di VM Markets.

(Baca: Lima Negara Ekonomi Besar Terancam Resesi )

Sentimen positif lain berasal dari komentar Presiden AS Donald Trump yang menyatakan tengah melakukan negosiasi dengan Tiongkok untuk kebijakan perdagangan yang produktif. Pernyataan tersebut memunculkan prediksi redanya perang dagang yang selama ini menekan pasar global.

Selain itu, pemotongan produksi minyak oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya seperti Rusia, yang dikenal sebagai OPEC +, telah menopang pergerakan harga minyak mentah. Harga minyak Brent telah naik 10 persen tahun ini.

Pada Juli lalu, OPEC + setuju untuk memperpanjang penurunan produksi minyak hingga Maret 2020 untuk menopang harga minyak. Pejabat Saudi pada 8 Agustus menyatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan apa pun untuk menjaga keseimbangan harga minyak di pasar global hingga tahun depan.

(Baca: OPEC Perpanjang Pemangkasan Produksi, Harga Minyak Terkerek )

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN