Jokowi Siap Benahi BPJS Kesehatan Secara Total

Penulis: Michael Reily

Editor: Ameidyo Daud

16/8/2019, 15.55 WIB

BPJS hingga saat ini masih mengalami defisit, bahkan jika dihitung kumulatif angkanya mencapai Rp 28 triliun.

Jokowi, BPJS, Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD.
ANTARA FOTO/Jojon
Pasien peserta BPJS didorong keluarganya menggunakan kursi roda usai pemeriksaan di RS Bahteramas, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (13/3). Tahun 2017 BPJS menargetkan keanggotaan untuk program keanggotaan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN tercapai 3 juta peserta. Di Pidato Nota Keuangan 2020, Jokowi siap benahi BPJS Kesehatan dan JKN secara total.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan niatnya untuk membenahi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Jaminan Kesehatan nasional (JKN) secara menyeluruh. Hal ini dikatakan presiden saat Pidato Nota Keuangan 2020 di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
 
BPJS hingga saat ini masih mengalami defisit, bahkan jika dihitung kumulatif angkanya mencapai Rp 28 triliun. Selain itu Jokowi juga memastikan pemerintah akan menyalurkan anggaran bagi 96,8 juta jiwa penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2020.
 
"BPJS Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional dibenahi secara total," kata Jokowi di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8). (Baca: DPR Surati Jokowi Soal Pembenahan BPJS Kesehatan)
 
Sedangkan pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp 132,2 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Angka ini  naik 7,3% dari alokasi anggaran kesehatan 2019 yang hanya Rp 123,1 triliun.
 
Dengan kenaikan anggaran, Jokowi menjanjikan peningkatan layanan kesehatan tahun depan. Dia mencontohkan peningkatan layanan dan akses kesehatan fasilitas tingkat pertama, diikuti ketersediaan tenaga kesehatan yang berkualitas. Selain itu pemerintah memastikan ketersediaan dan penyebaran obat serta tenaga kesehatan di daerah.  Akses rumah tangga terhadap sanitasi dan air bersih juga akan dijaga. 
 
Jokowi menjelaskan  penguatan program promotif dan preventif juga jadi prioritas. Beberapa caranya lewat pemenuhan gizi dan imunisasi balitas, serta edukasi publik tentang pentingnya imunisasi balita. Edukasi publik tentang pentingnya pola hidup sehat juga dilakukan . "Untuk menekan angka penyakit tidak menular," ujarnya.
 
Dia mengungkapkan konvergensi program dan kegiatan percepatan penurunan stunting (gagal tumbuh) pada 2020 juga diperluas mencakup 260 kabupaten/kota. Selain itu, program dukungan kesehatan dan keselamatan ibu hamil dan melahirkan juga menjadi prioritas.

 

 

 

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN