Pidato Kenegaraan, Jokowi Ingatkan Ancaman Perang Dagang hingga Siber

Penulis: Michael Reily

Editor: Agustiyanti

16/8/2019, 12.34 WIB

Presiden Jokowi menyebut Indonesia menghadapi persaingan tajam dengan negara lain, ancaman perang dagang yang memanas hingga perang siber.

jokowi, pidato kenegaraan, perang dagang
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Dalam pidato kenegaraannya, Jokowi mengingatkan ancaman perang dagang hingga perang siber bagi Indonesia.

Presiden Joko Widodo menyebut globalisasi yang terus berkembang tak hanya menciptakan kemudahan, tetapi juga persaingan dan ancaman bagi Indonesia. Di tengah arus globalisasi saat ini, Indonesia menghadapi persaingan tajam dengan negara lain, ancaman perang dagang yang memanas hingga perang siber.

"Persaingan kini semakin tajam dan perang dagang semakin memanas. Antar negara berebut investasi, berebut teknologi, berebut pasar, dan orang-orang pintar," ujar Jokowi dalam Pidato Kenegaraan di depan sidang bersama DPD dan DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8).

(Baca: Ada Perang Dagang, Jokowi Ingin Pusat Perbelanjaan Diisi Produk Lokal)

Oleh karena itu, menurut dia, Indonesia harus banyak berbenah untuk dapat memenangkan persaingan di tengah arus globalisasi saat ini.

"Tidak ada pilihan lain, kita harus berubah. Tidak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya, tetapi harus lebih baik dari yang lain," jelas dia.

Ia menegaskan Indonesia harus lebih cepat dan lebih baik dari negara lain. Untuk itu, diperlukan lompatan-lompatan terutama dalam bidang perizinan dan investasi.

"Lambat asal selamat tidak lagi relevan, yang kita butuhkan adalah cepat dan selamat," tegas dia.

(Baca: Perang Dagang, Surplus RI ke AS Naik Tapi Defisit ke Tiongkok Bengkak)

Di sisi lain, Jokowi juga menekankan keterbukaan saat ini harus tetap diwaspadai. Menurut dia, keterbukaan dapat membawa sejumlah ancaman, mulai dari ancaman terhadap ideologi, adab sopan santun, tradisi, hingga warisan kearifan.

"Indonesia tidak takut terhadap keterbukaan. Kita hadapi keterbukaan dengan kewaspadaan.

Kewaspadaan terhadap ideologi lain yang mengancam ideologi bangsa," kata Jokowi.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN