Kemenkeu Gandeng BKN Tingkatkan Layanan Teknologi

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

19/8/2019, 12.32 WIB

Kemenkeu dan BKN menandatangani nota kesepahaman tentang pemanfaatan teknologi pada sistem kepegawaian.

menteri keuangan sri mulyani, kepala bkn bima haria wibisana
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana berjabat tangan saat penandatanganan nota kesepahaman terkait Pengembangan Sistem Manajemen dan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (ASN) antara kedua lembaga negara.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menandatangani nota kesepahaman tentang pemanfaatan teknologi pada sistem kepegawaian. Kerja sama ini ditujukan dalam bentuk inovasi peningkatan pelayanan kepegawaian berbasis teknologi yang memiliki pengakuan legalitas administrasi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kerja sama ini dilakukan guna merespons perkembangan teknologi yang semakin mengarah kepada digitalisasi. "Selain perubahan proses bisnis, era digital juga menuntut semakin rendahnya penggunaan kertas atau bahkan tak menggunakan kertas sama sekali. Dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis digital, terdapat potensi penghematan biaya," ujarnya saat membuka sambutan di kantornya, Jakarta, Senin (19/8).

Ia menjelaskan, potensi penghematan biaya tersebut, seperti penghematan ribuan lembar kertas untuk pengurusan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat, pensiun bahkan penyesuaian karena tugas belajar. Selain itu, pemerintah juga dapat menghemat biaya pencetakan dan ruang penyimpanan berkas.

(Baca: Gaji PNS Tak Naik Meski Alokasi Belanja Pegawai pada 2020 Bengkak)

Selain itu, penggunaan tanda tangan digital atau digital signature juga akan diakui bagi kepentingan dokumen kepegawaian yang diterbitkan oleh kedua pihak. "Ini bisa menghemat waktu yang harus diluangkan para pimpinan untuk menandatangainya secara basah," kata Sri Mulyani.

Pemanfaatan digital dinilai Sri Mulyani, perlu dilakukan dalam meningkatkan inovasi dan mendorong Indonesia menjadi negara maju. Salah satunya dilakukan melalui sistem pengelolaan manajemen ASN.

"ASN sebagai salah satu bagian dalam sebuah birokrasi tidak boleh menjadi beban ekonomi. Oleh karena itu, efisiensi proses bisnis dan pengelolaan ASN menjadi sangat penting," terang Sri Mulyani.

(Baca: AS Tunda Tarif Baru Untuk Tiongkok, Bursa Asia Menghijau)

Kepala BKN Bima Haria Wibisana  mengatakan saat ini pihaknya tengah mendorong digitalisasi pada sistem kepegawaian. Digitalisasi antara lain mencakup data pemberian tugas para pegawai.

Saat ini, menurut dia, BKM juga tengah sedang merangkai aplikasi khusus untuk penugasan ASN. “Kami saat ini sedang mencoba akselerasi digitalisasi. Tidak lagi manual bahkan tidak lagi melalui web tapi mobile. Update pegawai nantinya akan menggunakan aplikasi," jelasnya. 

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN