Luncurkan Satelit Kedua, BRI Gandeng 15 Perusahaan Termasuk Telkom

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Ratna Iskana

19/8/2019, 22.02 WIB

BRi memproyeksi kapasitas Brisat akan habis pada 2023.

Bank BRI
KATADATA
Ilustrasi, logo Bank BRI. BRI berencana meluncurkan satelit baru.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Indra Utoyo mengatakan pihaknya akan segera meluncurkan satelit baru. Sebab, kapasitas satelit BRI diproyeksi akan habis pada 2023.

BRI berniat menambah kapasitas dengan peluncuran satelit baru. "Intinya kita butuh penambahan dari sisi kapasitas. Bagaimana bisa melayani ke depan mendukung operasional BRI," ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (19/8).

BRI pun tengah melakukan uji tuntas atau due diligence dengan 15 perusahaan telekomunikasi untuk meluncurkan satelit kedua pada tahun 2023. Salah satu perusahaan yang digandeng BRI adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

BRI juga membuka berbagai skema kerja sama agar dapat memenuhi bandwidth yang dibutuhkan kedepannya. "Buat BRI kan yang penting bandwidthnya, bukan peluncurannya. Yang penting ada bandwidth di atas. Kalau ada bandwidth di atas tidak dipakai ya kami pakai saja," ucap Indra.

(Baca: BRI Pangkas Target Obligasi Semester II 2019 Jadi Rp 5 Triliun)

Indra menjelaskan satelit baru akan memiliki teknologi yang lebih efisien yaitu High Throughput Satellite (HTS) guna melengkapi satelit BRIsat. BRI meluncurkan BRIsat pada 16 Juni 2016 lalu di Kourou, Guyana Perancis. Untuk mendukung operasional satelit, BRI membangun primary and back up satellite control facility.

Peluncuran satelit tersebut bertujuan menghemat biaya, menjangkau, dan memberikan layanan kepada lebih dari 50 juta nasabah. Satelit dengan 45 transponder itu juga dimanfaatkan oleh pemerintah untuk berkomunikasi langsung dengan atau antar kantor-kantor perwakilan Indonesia.

Hingga saat ini, BRIsat menjangkau wilayah layanan Indonesia, negara-negara di Asia Tenggara, Asia Timur termasuk sebagian Cina. BriSat juga telah menjangkau sebagian Pasifik (Hawaii) dan Austalia Barat (Perth).

(Baca: BRI Ventures Kucurkan Rp1 Triliun untuk LinkAja dan Startup Lain)

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN