Polri Masih Negosiasi dengan Pengunjuk Rasa Atasi Kerusuhan Papua

Penulis: Ekarina

19/8/2019, 11.40 WIB

Kericuhan menimbulkan sejumlah kerusakan fasilitas publik, di antaranya terbakarnya gedung lama DPRD Papua Barat.

Kerusuhan, Papua, Kerusakan, DPRD Papua Barat
ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.
Sejumlah anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim menyisir Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). Sebanyak 43 orang dibawa oleh pihak kepolisian untuk diminta keterangannya tentang temuan pembuangan bendera Merah Putih di depan asrama itu pada Jumat (16/8/2019).

Jajaran Kepolisian bersama TNI masih melakukan proses negosasi dengan pihak pengunjuk rasa terkait kerusuhan yang terjadi di pusat kota Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8) pagi waktu setempat.

Kerusuhan telah menimbulkan sejumlah kerusakan fasilitas publik, seperti terbakar dan rusaknya gedung lama DPRD Papua Barat dan juga kendaraan di sekitarnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, status pengamanan di kawasan tersebut sudah terkendali.

(Baca: Polisi Ungkap Sembilan Tersangka Baru Terkait Kerusuhan 21-22 Mei)

"Situasi masih cukup kondusif. Namun demikian, TNI dan Polri masih terus mengupayakan pengamanan," katanya dikutip lewat siaran langsung Breaking News Metro Tv.

Dedi mengatakan, saat ini konsentrasi massa cukup besar hanya terjadi di satu titik, yaitu di sekitar kawasan Makalo, Manokwari, Papua Barat.

Ada pun kronologis kejadian menurutnya bermula ketika pada pagi tadi sekitar pukul 07.30 waktu setempat, ada sekelompok massa mahasiswa yang berdemonstrasi. Aksi ini dipicu oleh protes masyarakat terkait dugaan persekusi mahasiswa di Asrama Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Kapolda Papua Barat yang sempat menemui pengunjuk rasa telah mempersilakan pengunjuk rasa menyampaikan aspirasinya ke publik dengan tertib.

Dedi juga menjelaskan bahwa sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan para pengunjuk rasa. Namun dalam perkembangannya, situasi mulai memanas dan ada jalan yang diblokir.

(Baca: Kominfo: Sebaran Hoaks Selama Sidang MK Belum Semasif Kerusuhan 22 Mei)

"Mereka cukup terprovokasi dengan konten media sosial tentang kasus di Surabaya. Saat ini kami tengah melakukan pengecekan terkait akun tersebut dengan bantuan cyber team," ujar Dedi.

Pihak kepolisian juga akan melakukan pendalaman terkait upaya kelompok tertentu di balik kericuhan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tak terprovokasi."Kami menjamin keamanan warga," ujarnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN