Ustaz Abdul Somad Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penistaan Agama

Penulis: Ameidyo Daud dan Antara

19/8/2019, 17.46 WIB

Abdul Somad menyatakan siap menghadapi proses hukum yang akan berjalan.

Penistaan Agama, Polisi, Abdul Somad.
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Dai kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan tausiyah pada acara Tabligh Akbar di Serpong, Tangerang, Selatan, Banten, Rabu (11/7/2018). Dua ormas melaporkan UAS ke polisi pada hari Senin (19/8) dengan tuduhan penistaan agama.

Beberapa organisasi massa (ormas) melaporkan Ustaz Abdul Somad  atas dugaan tindakan penistaan agama ke kantor polisi, Senin (19/8). Pihak pelapor di antaranya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Jakarta dan Brigade Meo di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Dai kondang tersebut dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Laporan ini dilatarbelakangi pernyataan Abdul Somad yang dinilai menyinggung simbol salib milik umat Kristiani. 

Ketua Brigade Meo Jacobis Mercy Siubelan menganggap ceramah Abdul Somad tak dapat ditolerir. “Yang kami laporkan adalah penistaan agama,” kata Yacoba dilansir dari Antara, Senin (19/8).

(Baca: Dukungan Ustad Abdul Somad Dinilai Tak Pengaruhi Elektabilitas Prabowo)

Hari sabtu (17/8), Jacobis sempat datang ke Polda NTT, namun saat itu ia hanya berkonsultasi mengenai kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Somad. Usai pelaporan, ia menyerahkan langkah selanjutnya ke pihak kepolisian.

Kuasa hukum Brigade Meo yakni Yacoba Yanti Susanti Siubelan mengatakan ceramah Abdul Somad di Youtube meresahkan umat Kristiani di Indonesia. Dia yakin polisi akan menindaklanjuti laporan dari Brigade Meo ini.

“Khususnya menistakan simbol-simbol agama lain di Indonesia,” kata Yacoba.

(Baca: LSI Denny JA: Dukungan Ulama Tak Pengaruhi Hasil Pilpres)

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Korneles Jalanjinjinay melaporkan Abdul Somad ke Bareskrim dengan menyertakan video ceramah ustaz tersebut. Barang bukti yang dibawa Korneles antara lain dokumen hingga video yang masuk di dalam flashdisk.

Dalam sebuah video Youtube, Abdul Somad memberikan klarifikasi atas pernyataannya. Dia menyatakan pernyataannya merupakan bagian dari acara tanya jawab dari sebuah ceramah agama tiga tahun lalu di sebuah masjid di Pekanbaru. Dia menyebut ceramah agamanya bersifat tertutup dan tidak ditujukan untuk publik.

Mengenai laporan kepolisian yang diajukan beberapa ormas, Somad siap menghadapinya. “Karena saya tidak merasa salah dan tak ingin merusak persatuan,” kata Somad dalam video yang diunggah akun FSRMM TV.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN