Suksesi Bukalapak, CEO Achmad Zaky Disebut Akan Diganti Fajrin Rasyid

Penulis: Desy Setyowati

20/8/2019, 13.29 WIB

Achmad Zaky sudah menjadi CEO Bukalapak sejak 2010.

Bukalapak, e-commerce, Achmad Zaky jadi menteri
Bukalapak
Ilustrasi. CEO Bukalapak Achmad Zaky dikabarkan mundur pada awal Oktober. Ia akan digantikan oleh Fajrin Rasyid, yang menjabat sebagai Presiden Bukalapak saat ini.

Jika tak ada aral melintang, Bukalapak dikabarkan akan melakukan suksesi di puncak kepemimpinannya. Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Achmad Zaky dikabarkan bakal mengundurkan diri dari perusahaan startup berstatus unicorn tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata.co.id, Zaky akan mengundurkan diri dalam waktu dekat ini. “Informasi tersebut sudah disampaikan kepada kalangan terbatas yang terkait Bukalapak,” kata seorang sumber yang mendapat informasi tersebut, Selasa (20/8).

Sebagai gantinya, Bukalapak akan dipimpin oleh Muhammad Fajrin Rasyid. Saat ini, Fajrin menjabat sebagai Presiden Bukalapak. Pergantian di pucuk pimpinan Bukalapak ini kemungkinan bakal berlangsung dalam 1-2 bulan ke depan.

(Baca: Wajah Baru Kabinet Jokowi: Menteri Usia di Bawah 30 Tahun)

Informasi mengenai pergantian CEO Bukalapak tersebut juga dibenarkan dan diperkuat oleh seorang sumber lain Katadata.co.id. Namun, hingga berita ini ditulis, baik Zaky dan Fajrin belum merespons dan menjawab  konfirmasi yang disampaikan Katadata.co.id.

Sedangkan Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono enggan berkomentar mengenai kabar tersebut. “Saya tidak bisa berkomentar atau menanggapi spekulasi atau hal-hal yang bersifat gosip. Yang jelas kegiatan bisnis dan operasional Bukalapak berjalan seperti biasa,” katanya kepada Katadata.co.id.

Zaky mendirikan Bukalapak di kamar kosnya, pada 2010 lalu. Lulusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengaku sulit menggaet pedagang untuk bergabung di platform-nya saat itu.

“Pada 2011, banyak investasi dan industrinya tumbuh. Dulu tidak mengira bisa tumbuh secepat ini,” kata Zaky, Maret tahun lalu.

(Baca: Bukalapak Ekspor Kopi hingga Batik ke Lima Negara)

Pria kelahiran Sragen, 24 Agustus 1986 ini mengidolakan Mohammad Hatta atau Bung Hatta. Hal itu pula yang mendasarinya mendirikan Bukalapak dan menggaet Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Benchmark dari Amazon, Google, Facebook dan lain-lain. Tapi bukan mengidolakan. Kami ambil yang baik-baiknya saja,” katanya.

Pada Februari tahun ini, Zaky sempat tersandung kasus cuitan “Presiden Baru” di Twitter. Ia menyoroti anggaran riset dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia yang sangat rendah, sehingga perlu ditingkatkan oleh presiden baru.

Cuitan tersebut sempat memicu pro-kontra di tengah masa Pemilihan Presiden 2019. Kasus ini kemudian mereda setelah zaky menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.

(Baca: Transaksi Capai 2 Juta per Hari, Laba Bukalapak Naik 100%)

Belakangan, malah beredar kabar Zaky menjadi salah satu calon menteri baru pada pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin 2019 – 2024 yang akan diumumkan paling lambat bulan Oktober mendatang.

Adapun, Fajrin menjabat Presiden Bukalapak sejak Juni 2018. Sebelumnya, ia menduduki posisi Chief Financial Officer Bukalapak selama tujuh tahun.

Bersama tiga startup lainnya, Bukalapak saat ini menyandang status unicorn di Indonesia dengan valuasi di atas US$ 1 miliar. Bukalapak menyediakan beragam layanan mulai dari jual-beli produk (marketplace), pulsa, bayar tagihan, tiket kereta dan pesawat hingga investasi.

Bahkan, perusahaan e-commerce ini berencana merilis fitur bayar dan lapor pajak pada akhir 2019. Bukalapak juga menyediakan layanan ekspor ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Hong Kong, dan Taiwan melalui Bukalapak.

Unicorn Tanah Air memiliki lebih dari dua juta pedagang offline yang disebut mitra Bukalapak. Mitra berupa warung dan wirausaha mandiri ini sudah hadir di 477 dari 514 kota dan kabupaten di Indonesia.

Jumlah pelanggan warung Mitra rerata dua kali lebih banyak dari pengunjung toko di pusat perbelanjaan. E-commerce tersebut pun menargetkan bisa merangkul 2,5 juta warung dan wirausaha mandiri tahun ini.

(Baca: Bukalapak Berambisi Sandang Status Decacorn Tahun ini)

(REVISI: Artikel ini mengalami perubahan pada Selasa, 20 Agustus 2019, pukul 16.20 WIB, pada bagian judul dan pengantarnya)

Reporter: Yura Syahrul dan Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN