Kantor DPP Golkar Sempat Dilempar Bom Molotov

Penulis: Antara dan Ameidyo Daud

21/8/2019, 17.24 WIB

Pelaku terdiri dari empat laki-laki yang menunggangi sepeda motor Yamaha N-Max warna hitam dan Honda Vario warna putih.

Golkar, Polisi, Bom Molotov.
ANTARA FOTO/Tyaga Anandra
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kantor Golkar hari Selasa (21/8/2019) pagi diserang bom molotov.

Kantor Dewan Pimpinan pusat (DPP) Partai Golkar pagi tadi dilempar dua bom molotov oleh orang tidak dikenal.  Peristiwa terjadi pada Rabu (21/8) pagi pukul 03.05 WIB di lokasi yakni Jalan Anggrek Nelimurni XA A, Kemanggisan, Jakarta Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan dari keterangan saksi, pelaku terdiri dari empat laki-laki yang menunggangi sepeda motor Yamaha N-Max warna hitam dan Honda Vario warna putih. Keempatnya sulit dikenali karena memakai masker dan helm.

“Empat laki-laki tidak dikenal dan mengendarai dua sepeda motor,” kata Argo dilansir dari Antara, Rabu (21/8).

(Baca: Kursi Ketum Golkar Digoyang, Kubu Bamsoet Beberkan Kegagalan Airlangga)

Dari keterangan saksi, satu pelaku yang membonceng Honda Vario melemparkan botol berisi bensin ke DPP Partai Golkar. Usai menjalankan aksinya, giliran pelaku yang dibonceng Yamaha N-Max hitam melemparkan botol serupa ke pagar kantor partai beringin tersebut.

Pelaku juga sempat berusaha menyalakan molotov, namun urung terbakar karena melihat saksi yang datang. Dua motor tersebut lantas melarikan diri ke arah Jl. S. Parman, Jakarta Barat. Saat ini aparat sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Partai yang dipimpin Airlangga Hartarto itu sedang mempersiapkan Musyawarah Nasional (Munas) yang sedianya dilakukan Desember 2019 mendatang. Namun politisi Golkar yang juga Ketua Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mendesak Munas dilakukan sebelum Oktober.

(Baca: JK, Akbar Tandjung, dan Tokoh Senior Dukung Airlangga di Munas Golkar)

Airlangga dan Bambang saat ini memang bersaing untuk menduduki posisi Ketum Golkar periode 2019-2024. Airlangga yang juga Menteri Perindustrian ini percaya diri ia akan melanggengkan posisinya hinga lima tahun ke depan.

“Pekerjaan rumah (PR) belum selesai, jadi kami lanjutkan,” kata Airlangga beberapa bulan lalu dilansir dari Antara.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN