Menteri Kominfo Proyeksi Hologram Jadi Senjata Penting Kampanye 2024

Penulis: Michael Reily

Editor: Desy Setyowati

21/8/2019, 18.43 WIB

Selain Hologram, ia menilai teknologi 5G akan banyak digunakan pada 2024.

hologram kominfo pemilu
Kominfo
Hologram Jokowi di ‘Smart Citizen Day 2019’ di Grand Opus Ballroom, Jakarta Selatan, Kamis (28/3). Menteri Kominfo Rudiantara memperkirakan aplikasi hologram akan menjadi senjata penting pada pemilu 2024.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara memperkirakan , aplikasi hologram bakal menjadi senjata penting untuk kampanye dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sebab, teknologi seperti ini dinilai bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) misalnya, sudah mengimplementasikan teknologi hologram saat kampanye Pemilu 2019 lalu. "Hologram bakal jadi salah satu aplikasi penting pada 2024. Saya sudah buktikan sendiri," katanya di Jakarta, Rabu (21/8).

Sepengetahuannya, Jokowi menggunakan tujuh set truk berisi perangkat untuk menampilkan layar hologram. Salah satu perantinya adalah reflektor berukuran besar. Alhasil, sosok 'Jokowi' bisa dihadirkan di seluruh desa yang menjadi cakupan kampanye hanya menggunakan truk dan sejumlah peralatan hologram.

Namun, Rudiantara tidak mengungkapkan biaya pengadaan peralatan tersebut. Yang jelas, sepengetahuannya harga perangkat itu cukup mahal. "Hologram akan mengurangi biaya perjalanan dan tenaga calon presiden nanti," katanya.

(Baca: Di Balik Hologram Kampanye Jokowi)

Akan tetapi, teknologi akan bisa diadopsi maksimal jika didukung dengan jaringan internet generasi kelima (5G). Sebab, tingkat keterlambatan transfer data (latensi) 5G lebih rendah dibanding sebelumnya. Layanan komunikasinya juga lebih stabil karena kapasitasnya besar.

Karena itu, 5G menjadi teknologi yang dibutuhkan untuk kampanye pada 2024, selain hologram. Bahkan, ia memperkirakan 5G bakal diadopsi banyak pelaku usaha karena permintaannya meningkat. "Sekarang fokusnya pasti business to business (BtoB). Tapi 2024 setidaknya sudah mulai masuk pasar konsumen," kata dia.

Dia mengungkapkan, penerapan 5G di Korea Selatan masih fokus  pada pola BtoB. Padahal, sepengetahuannya pasar teknologi ini sudah terbentuk di Negeri Ginseng tersebut. Sedangkan pemerintah Jepang sudah mulai mengimplementasikan 5G untuk masyarakat umum, karena ada keperluan penyelenggaran olimpiade.

Di Indonesia, ia melihat sudah ada beberapa perusahaan telekomunikasi yang mengadopsi teknologi ini. PT XL Axiata Tbk misalnya, melakukan tiga kali uji coba pemanfaatan 5G. Yang terakhir, operator itu bahkan mengimplementasikan 5G untuk berkirim pesan secara hologram.

Adapun sosok ‘Jokowi’ dalam bentuk hologram hadir di beberapa acara seperti seminar bertajuk Smart Citizen Day 2019 yang berlangsung pada Maret lalu. Sebab, Jokowi yang asli berada di Kalimantan untuk kampanye.

(Baca: Langkah Gencar Telkomsel Kembangkan 5G: Gandeng Huawei hingga Ericsson)

Selama 20 menit, sosok ‘Jokowi’ menyampaikan banyak hal yang telah dilakukan pemerintahannya. “Saya itu selalu tidak tega, kalau melihat atau mendengar rakyat memerlukan bantuan, tapi tidak segera dibantu,” katanya, Maret lalu. Ia pun menjelaskan mengenai tiga kartu sakti yakni Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN