Kemenaker: Penciptaan Lapangan Kerja Lampaui Target

Tim Publikasi Katadata

22/8/2019, 17.24 WIB

Total penciptaan lapangan kerja baru telah mencapai 11.196.270 melampaui target penciptaan 10 juta lapangan kerja baru Presiden Joko Widodo pada 2015-2019.

KEMNAKER
Katadata

Surabaya - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sepanjang 2015-2019, total penciptaan lapangan kerja baru telah mencapai 11.196.270. Dengan demikian, target penciptaan 10 juta lapangan kerja baru Presiden Joko Widodo pada 2015-2019 telah terlampaui. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia saat ini berada di angka 5,01 persen, yang merupakan angka pengangguran terendah dalam sejarah Indonesia.

Kendati demikian, target penciptaan lapangan dua juta lapangan kerja baru per tahun harus tetap dilaksanakan agar total penciptaan lapangan kerja sejak 2015- 2019 dapat mencapai 12 juta.

 

"Upaya pengurangan pengangguran, perluasan kesempatan kerja, dan peningkatan kualitas SDM harus ditingkatkan dan dilaksanakan secara nyata agar program ketenagakerjaan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat," kata Plt. Dirjen Binapenta dan PKK, Edi Purnama. Edi menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan "Peningkatan Kapasitas SDM Pelaporan Pusat dan Daerah" di Surabaya, Rabu malam, 21 Agustus 2019.


Dalam kegiatan yang diikuti diikuti 168 peserta perwakilan Disnaker provinsi dan kabupaten/kota tersebut, Edi menyatakan selama ini pembangunan ketenagakerjaan, khususnya pada bidang penempatan tenaga kerja, terus bergerak positif.

Namun, ia menegaskan, pembangunan ketenagakerjaan masih membutuhkan kerja besar, termasuk pada bidang penempatan tenaga kerja. Dalam menghadapi tantangan dunia ketenagakerjaan yang semakin kompleks dan berat, lanjut Edi,  dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, sinergi, kerja sama, serta berbagai terobosan."Pada bidang penempatan tenaga kerja, penguatan Informasi Pasar Kerja adalah kunci, yaitu terkait data lowongan dan penempatan tenaga kerja," terangnya.


Edi menambahkan saat ini kerja pemerintah tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga meningkatkan keterampilan melalui pelatihan vokasional untuk menyiapkan ‘Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju’.

 

Kemnaker merupakan salah satu kementerian yang memiliki peran penting dalam mempersiapkan hal tersebut.  Edi menegaskan, upaya penanggulangan masalah pengangguran dan peningkatan kualitas pekerja  harus dilaksanakan secara nyata agar bisa membawa manfaat bagi tenaga kerja. Pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dan daya saing nasional.

 

Edi berharap, program kementerian seperti pelatihan, penempatan tenaga kerja, hingga arah pengembangan suatu wilayah, dijadikan masukan dalam sinergi pelatihan dan penempatan tenaga kerja."Gagasan tersebut akan terealisasi apabila didukung dengan data dan informasi yang akurat sebagai bahan pemantauan dan evaluasi perencanaan ke depan, baik tingkat pusat maupun daerah," katanya.

 

Edi juga mengingatkan saat ini dunia ketenagakerjaan juga tengah dihadapkan pada tantangan era digitalisasi. Jenis-jenis pekerjaan lama diprediksi akan hilang dan di sisi lain, jenis-jenis pekerjaan baru akan muncul. "Perlu dipikirkan dan dicari solusi bersama untuk kelompok pekerja yang kompetensinya perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi sebagai dampak dari revolusi industri 4.0," katanya. Dalam hal ini, Kemanaker telah menyiapkan pemetaan menyangkut sektor pekerjaan yang bakal tumbuh dan menyusut 15 tahun ke depan.

Kementerian Ketenagakerjaan

Kementerian Ketenagakerjaan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha