Produksi Indofood CBP Tak Terganggu Masalah Pasokan Garam Impor

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ekarina

22/8/2019, 05.00 WIB

Perusahaan memiliki penyangga pasokan alias buffer stock garam dalam jangka cukup panjang hingga tiga puluh hari ke depan.

Gedung Indofood Tower.
KATADATA / Agung Samosir
Gedung Indofood Tower. Terhambatnya pasokan impor garam tak menggangu produksi Indofood CBP Sukses Makmur.

Emiten produsen makanan minuman, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mengklaim keterlambatan pasokan impor garam tak berpengaruh terhadap kegiatan produksi perseroan. Ini dikarenakan, perusahaan memiliki ketersediaan pasokan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi beberapa waktu ke depan. 

Direktur Indofood CBP Taufik Wiraatmadja mengatakan, perusahaan memiliki penyangga pasokan (buffer stock) garam dalam jangka waktu cukup panjang hingga tiga puluh hari ke depan.

"Untuk misalnya raw material domestik, itu ada yang dua hari, ada yang seminggu, ada yang sebulan. Untuk produk-produk impor, otomatis buffer stock kami lebih panjang," kata Taufik di kantornya, Jakarta, Rabu (21/8).

(Baca: Pabrik Terancam Setop, Pelaku Industri Tagih Sisa Kuota Impor Garam)

Direktur Indofood CBP Thomas Tjie menambahkan, perseroan berusaha menjaga buffer stock tersebut seaman mungkin. "Supaya produksi kami tidak terganggu," katanya.

Sementara itu, Komisaris Utama Indofood ICB Franciscus Welirang menjelaskan garam yang diimpor industri merupakan jenis bahan baku garam, sehingga tidak digunakan secara langsung oleh Indofood. Sebab, perusahaan membeli garam jadi dari industri pengolah.

Karenanya, dia kembali menegaskan pasokan garam perseroan sampai saat ini belum terganggu dari pihak pemasok. "Sampai saat ini, garam  di tingkat kami cukup aman," ujar Franciscus.

Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) sebelumnya mengeluhkan tentang sisa pasokan garam impor yang tak kunjung direalisasikan pemerintah. Kondisi tersebut menyebabkan stok indistri menipis, sehingga ada perusahaan berhenti beroperasi lantaran kehabisan bahan baku.

"PT Cheetam Garam Indonesia sudah merumahkan 180 orang karyawan karena sudah habis bahan baku," kata Sekretaris Jenderal AIPGI Cucu Sutara usai Rapat Koordinasi Garam di Kantor Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (20/8).

PT Cheetam merupakan industri pengolah dan pemasok garam untuk industri aneka pangan, seperti Indofood, Unilever, Ajinomoto, Wingsfood, dan lainnya. 

(Baca: Tambah Kapasitas Pabrik, Indofood Siapkan Belanja Modal Rp 9,1 Triliun)

Hingga 15 Agustus lalu, realisasi impor garam baru mencapai 1,53 juta ton dari rencana impor tahun ini sebesar 2,7 juta ton, menurut data Kementerian Perdagangan. Ini berarti, masih terdapat kekurangan sekitar 1,2 juta ton garam impor.

Karena itu, Cucu mendesak pemerintah segera mengimpor sisa kuota garam karena stok garam impor yang tersisa di dalam negeri sudah di ambang batas mencapai 77 ribu ton.

Dengan sisa stok tersebut, dia memperkirakan pasokan akan habis pada September mendatang. Sementara, proses impor garam membutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan. Dia mengatakan, impor garam tak kunjung dibuka karena belum ada rekomendasi dari kementerian teknis.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN