Laba Perusahaan Publik di Bursa Hanya Tumbuh 0,15% di Semester I 2019

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ratna Iskana

23/8/2019, 20.13 WIB

Dari sisi pendapatan, perusahaan-perusahaan tercatat di pasar saham mampu membukukan Rp 1.661 triliun pada semester I 2019 atau tumbuh 5,91%.

bursa saham, emiten
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi, bursa saham. Bursa Efek Indonesia mencatat laba perusahaan tercatat hanya tumbuh 0,15% sepanjang semester I 2019.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan laba perusahaan-perusahaan tercatat di pasar saham pada semester I 2019 mencapai Rp 172,57 triliun. Capaian tersebut hanya tumbuh 0,15% dibandingkan laba periode yang sama tahun lalu senilai Rp 172,32 triliun.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi merinci, aset perusahaan go public yang sudah menyampaikan laporan keuangan semester I 2019 tercatat mencapai  Rp 10.700 triliun, tumbuh 8,67% dibandingkan dengan total aset perusahaan tercatat pada periode enam bulan pertama tahun lalu senilai Rp 9.800 triliun. 

"Walau pun ada gejolak di luar (global) tapi aset-aset menujukkan posisi yang positif," kata Inarno ketika ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (23/8).

Sedangkan total ekuitas perusahaan tercatat pada periode Januari-Juni 2019 senilai Rp 2.950 triliun. Hal itu menandakan total ekuitas mampu tumbuh hingga 9,31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang totalnya hanya Rp 2.700 triliun.

Dari sisi pendapatan, perusahaan-perusahaan tercatat pada semester I 2019 mampu membukukan Rp 1.661 triliun. Catatan itu tumbuh 5,91% dibandingkan semester I 2018 lalu yang tercatat totalnya Rp 1.569 triliun.

(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Dunia Melambat, OJK Dorong Peran Pasar Modal)

Masih Targetkan 75 Perusahaan Tercatat

Pada kesempatan yang sama, Inarno menyampaikan pihaknya optimis dapat mencapai target perusahaan tercatat sebanyak 75 perusahaan hingga akhir tahun. Target tersebut menghitung perusahaan-perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana melalui skema Initial Public Offering (IPO), Dana Investasi Real Estat (DIRE), Exchange Traded Fund (ETF), dan Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra).

"Target perusahaan tercatat masih tetap 75 emiten termasuk listing saham Dinfra, Dire, dan ETF. Dilihat sampai Agustus, kami optimis sampai akhir tahun target tercapai," kata Inarno.

Per Agustus 2019, Inanrno mengatakan sudah ada 40 perusahaan tercatat di pasar modal dalam negeri. Rinciannya, 32 perusahaan melakukan IPO, dua perusahaan menerbitkan DIRE, lima perusahaan menerbitkan ETF, dan satu perusahaan menerbitkan Dinfra.

(Baca: Tahun Depan, Emiten Bermasalah Wajib Disematkan Penanda Khusus)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN