Pertamina Targetkan Blok Randugunting Bisa Produksi di Akhir Tahun

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

23/8/2019, 16.41 WIB

Pertamina tinggal menyelesaikan instalansi fasilitas produksi Lapangan Randugunting.

Pertamina
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, gedung Pertamina di kawasan Jakarta Pusat (09/08). Pertamina menargetkan Blok Randugunting bisa beroperasi pada akhir tahun ini.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan Blok Randugunting bisa berproduksi pada akhir tahun ini.  Setelah Pertamina Hulu Energi Randugunting (PHE Randugunting) merampungkan pengeboran sumur RGT-2 di blok tersebut.

Fajriyah menyampaikan PHE Randugunting tinggal menyelesaikan instalasi fasilitas produksi. "Direncanakan fasilitas produksi ini bisa onstream sebelum akhir tahun 2019," ujar Fajriyah kepada Katadata.co.id, Jumat (23/8).

Pertamina berharap Blok Randugunting bisa menambah produksi gas sebesar 3 Juta Standar Kaki Kubik Per Hari (MMSCFD). Tambahan gas tersebut akan disalurkan langsung ke pembeli gas.

"Buyer nanti langsung ambil gas dari fasilitas produksi kami," ujarnya.

(Baca: Perbaiki Sumur, Pertamina Tingkatkan Produksi Lapangan Sukowati)

Ini lantaran produksi gas tidak disalurkan melalui pipa gas. Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurahman menjelaskan gas dari Blok Randugunting akan diubah menjadi comprassed natural gas atau CNG.

"Produksi akan tergantung dari perjanjian jual beli gas bumi," kata Fatar.

Blok Randugunting mulai dikembangkan pada awal tahun ini. Pengembangan blok tersebut dimulai setelah pemerintah menyetujui rencana pengembangan (PoD pada Januari lalu.

Padahal Pertamina telah menemukan cadangan hidrokarbo berbentuk gas dan kondensat dari pengeboran sumur eksplorasi RGT-2 pada awal 2017 lalu. Sumur tersebut pertama kali ditajak pada 21 November 2016, dengan biaya pengeboran sebesar US$ 4 juta.

Selain sumur tersebut, Pertamina sebenarnya juga melakukan pengeboran eksplorasi sebanyak empat sumur, yaitu Djapah Gede (DPG-1), Cempaka Emas (CPE‐1) dan Kenangarejo (KGR‐1) dengan status tidak menghasilkan cadangan migas (Dry Hole), dan sumur Wonopotro  (WON-1) dengan status tidak ekonomis  (Uneconomic Discovery).

(Baca: Pertamina Akan Mengebor Satu Sumur di Blok Rokan Tahun Depan)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN