Jokowi Pangkas Cabang Olahraga PON Papua 2020

Penulis: Michael Reily

Editor: Yuliawati

26/8/2019, 18.57 WIB

Jumlah cabang olahraga yang jadi ajang lomba bakal berkurang dari 47 kegiatan menjadi hanya 37.

PON, Jakarta
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kanan) memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/8/2019). Ratas itu membahas persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas Tahun 2020 di Provinsi Papua.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Provinsi Papua bakal terselenggara di tiga daerah. Selain itu, jumlah cabang olahraga yang jadi ajang lomba bakal berkurang dari 47 kegiatan menjadi hanya 37.

Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan usai Rapat Terbatas (Ratas) membahas kesiapan Papua dan kendala penyelenggaraan PON. "Kami putuskan PON di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Mimika, kami maksimalkan," kata Lukas usai Ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/8).

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengungkapkan pengurangan jumlah cabang olahraga karena menimbang kebutuhan sesuai kepentingan dalam persiapan Olimpiade. Menurutnya, PON adalah ajang untuk menjunjung tinggi sportivitas sehingga atlet dan ofisial bisa menapak jenjang prestasi regional bahkan global.

(Baca: Jokowi Percepat Pembangunan Infrastruktur Papua Jelang PON 2020)

Imam menjelaskan persiapan PON 2020 bakal sebaik mungkin serta pelaksanaannya secara internasional. "Dukungan pelaksana Asian Games, Inasgoc, akan mendampingi Gubernur Papua sehingga PON menjadi momentum bergengsi," ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pembangunan infrastruktur di Papua bakal berjalan lancar hingga penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Dia meminta percepatan dalam Rapat Terbatas (Ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/8).

Jokowi menyatakan para menteri dan Gubernur Papua harus memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung penyelenggaraan PON. "Mulai dari venue dan non-venue, hingga kesiapan akomodasi bagi atlet dan official," kata Jokowi.

Lukas menjelaskan PON di Papua bakal jadi tempat pertemuan 36 ribu atlet dan ofisial yang ada dari Sabang sampai Merauke. Dia menyatakan, kebutuhan dana untuk PON sekitar Rp 1,6 triliun. "Kebutuhan yang kami minta ditalangi (pemerintah) pusat untuk 2018 nanti mencapai Rp 1,6 triliun," kata Lukas, beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, beberapa proyek infrastruktur seperti revitalisasi bandara Sentani, Jayapura saat ini telah rampung. Begitu pula pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang telah selesai. 

(Baca juga: Siapkan PON 2020, Papua Minta Talangan Rp 1,6 Triliun)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN