Asuransikan Produk, Bukalapak Gandeng Startup Digital Asal Singapura

Penulis: Desy Setyowati

28/8/2019, 11.17 WIB

Perkembangan e-commerce mendorong industri asuransi digital.

Head Product Service Development Sompo Insurance Susanto Halim, Director Payment, Fintech & Virtual Product Bukalapak Victor Lesmana, Founder & CEO Axinan Wei Zhu, dan Country Manager of Axinan Indonesia Pradityo Anggoro Kusumo.
Axinan
Head Product Service Development Sompo Insurance Susanto Halim, Director Payment, Fintech & Virtual Product Bukalapak Victor Lesmana, Founder & CEO Axinan Wei Zhu, dan Country Manager of Axinan Indonesia Pradityo Anggoro Kusumo.

Bukalapak mulai menyediakan layanan perlindungan atas produk yang dipesan konsumen. Untuk itu, perusahaan e-commerce ini menggandeng startup asuransi berbasis digital (insurtech) asal Singapura, Axinan.

Axinan menyediakan produk igloo, yang memungkinkan konsumen mengasuransikan produk elektronik yang dibeli di Bukalapak. Ke depan, kategori barang yang bisa diasuransikan bakal diperluas.

Director of Payment, Fintech, and Virtual Products Bukalapak Victor Lesmana mengatakan, klaim asuransi melalui Axinan sepenuhnya dilakukan secara online. Dia berharap layanan ini meningkatkan kenyamanan konsumen. “Kemitraan ini sangat tepat dan akan memberi kami keunggulan kompetitif,” katanya dalam siaran pers, kemarin (27/8).

Pendiri dan CEO Axinan Wei Zhu menilai kebutuhan asuransi produk meningkat seiring dengan pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Sebab, ia mencatat beberapa konsumen mengeluh barang yang dipesan rusak atau bahkan hilang saat pengiriman.

(Baca: Regulasi Dituding Jadi Penghambat Digitalisasi Industri Asuransi)

Karena itu, Axinan dan Bukalapak bekerja sama dengan Sompo Insurance Indonesia sebagai penanggung asransi. “Kolaborasi dengan Bukalapak, kami dapat memanfaatkan jaringan konsumen mereka yang luas,” katanya.

Berdasarkan laporan dari Google dan Temasek, bisnis e-commerce di ASEAN diproyeksi tumbuh tiga kali lipat pada 2022. Khusus untuk Indonesia, pasar industri ini diperkirakan naik dari US$ 8 miliar pada 2017 menjadi US$ 65 miliar pada 2022.

Lalu, layanan berita digital dari firma riset Marsh and McLennan Insights, Brink News mencatat industri insurtech mulai tumbuh. Faktor pendorongnya adalah perubahan model distribusi asuransi di Asia, meningkatnya penetrasi seluler, dan pemahaman populasi kelas menengah terkait teknologi.

(Baca: Gandeng PasarPolis, Gojek Luncurkan Layanan Asuransi Go-Sure)

Karena itu, Wei optimistis asuransi digital bakal berkembang. Sebab, layanan ini menjadi pelengkap e-commerce.

Bukalapak dan Axinan pun berencana memperluas layanan asuransi digital ini. Sebagaimana diketahui, Bukalapak sudah melayani pengiriman produk ke luar negeri atau ekspor ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Hong Kong, dan Taiwan.

Sedangkan Axinan beroperasi di Australia, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, an Thailand. Perusahaan ini juga memiliki kantor pengembangan di Tiongkok ddan Taiwan.

(Baca: Kantongi Investasi 3 Unicorn, PasarPolis Incar 1 Juta Pemegang Polis)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN