Naik Turun Karier Suprajarto, Dirut BRI yang Menolak Pimpin BTN

Penulis: Agustiyanti

Editor: Yuliawati

29/8/2019, 20.40 WIB

Suprajarto menghabiskan seluruh kariernya di BRI. Namun, ia baru menjabat selama 2 tahun 5 bulan sebagai direktur utama di bank BUMN tersebut.

btn, bri, rupslb
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Suprajarto ditunjuk sebagai direktur utama PT Bank Tabungan Negara Tbk, menggantikan Maryono dalam RUPSLB yang digelar hari ini. Saat ini, ia masih mejabat sebagai direktur utama BRI.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang digelar Kamis (29/8) sore mengangkat Suprajarto sebagai direktur utama, menggantikan Maryono. 

Namun, Suprajarto menolak keputusan rapat pemegang saham bank yang mayoritas dimiliki negara tersebut. Ia pun memilih mengundurkan diri dari jabatan baru itu. 

Sebelum keputusan RUPSLB BTN, Suprajarto menjabat sebagai direktur utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Ia memangku jabatan itu sejak Maret 2017. menggantikan Asmawi Syam yang kala itu habis masa jabatannya.

(Baca: Alasan Kementerian BUMN Angkat Suprajarto Jadi Dirut BTN )

Sebelum menjabat sebagai direktur utama BRI, lulusan S3 Manajemen Bisnis Universitas Padjadjaran ini sempat menjadi wakil direktur utama PT Bank Negara Indonesia Tbk selama dua tahun sejak 2015. Ia 'hijrah' bersama Achmad Baiquni yang kala itu juga bergeser dari posisi direktur keuangan BRI menjadi direktur utama BNI.

Pria kelahiran Yogyakarta, 28 Agustus 1965 ini menghabiskan hampir seluruh kariernya di BRI. Sebelumnya menjadi dirut dan berpindah ke BNI, ia menjabat sebagai direktur bidang jaringan dan layanan pada 2007-2015.

(Baca: Mayoritas Laba Bersih Bank BUMN Tumbuh di Bawah 10%)

Kala itu, ia dibawah kepemimpinan Sofyan Basir berhasil mewujudkan mimpi BRI untuk memiliki satelit sendiri. BRI bahkan menjadi bank pertama di dunia yang memiliki satelit dan kini tengah berencana memiliki satelit yang kedua.

Sebelumnya,  Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo menjelaskan Suprajarto ditunjuk menahkodai BTN semata-mata guna mengakselerasi perusahaan ke depan. Kementerian BUMN melihat kinerja Suprajarto yang positif sejak bekerja di BNI dan BRI, dan berharap dapat menangani BTN lebih baik ke depan.

Kementerian pun, menurut dia, berharap dalam beberapa tahun ke depan kinerja BTN dapat tumbuh dua hingga tiga kali lipat.

"Sebagaimana kita tahu, sekarang mortgage bank cuma BTN, jadi yang kami utamakan BTN," kata Gatot.

BRI saat ini merupakan bank dengan laba terbesar di Tanah Air. Sementara BTN berada diurutan ke-7 pada semester I 2019.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN