Kementerian ESDM Tetapkan Tiga Tipe Stop Kontak Mobil Listrik

Penulis: Rizky Alika

Editor: Desy Setyowati

5/9/2019, 10.44 WIB

Namun, Kementerian ESDM masih akan berdiskusi terkait tipe stop kontak mobil listrik lain yang mungkin digunakan.

Kementerian ESDM menetapkan tiga tipe colokan mobil listrik yang akan digunakan di SPKLU
ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song
Ilustrasi, pengisi daya ulang super Tesla terlihat di sebuah tempat parkir di Suzhou, provinsi Jiangsu, China, Minggu (4/8/2019). Kementerian ESDM menetapkan tiga tipe colokan mobil listrik yang akan digunakan di SPKLU.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tiga tipe stop kontak atau colokan mobil listrik yang akan digunakan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Hal ini dalam rangka mendukung pengembangan mobil listrik di Indonesia.

Ketiga tipe itu adalah AC Charging tipe 2 (Eropa), fast DC charging CHAdeMO (Jepang dan Amerika Serikat), dan DC Charging Combo tipe 2 CCS (Eropa). “Ini keputusan sementara,” kata Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar di Indonesia Electronic Motor Show, Jakarta, Rabu (4/9).

Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi persiapan teknis dan keselamatan infrastruktur ketenagalistrikan Kendaraan Bermotor Listrik pada 9 Agustus lalu. Hal ini juga telah didiskusikan dengan pelaku usaha, serta kementerian dan lembaga (K/L) terkait.

Ke depan, Kementerian ESDM akan mengundang Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan industri untuk membahas tipe colokan tersebut. “Mungkin nanti kami pilih lagi. Tidak menutup kemungkinan kalau ada pendapat lain," kata dia.

(Baca: Menko Luhut Minta Mobil dan Motor Dinas Pakai Kendaraan Listrik)

Sebelumnya, Presiden Direktur BMW Ramesh Divyanathan berharap Indonesia menggunakan standar plug atau stop kontak untuk mobil listrik secara konsisten. Penerapan plug yang selaras akan berpengaruh terhadap kecepatan mengisi daya kendaraan.

Dia menjelaskan, prinsip kerja stop kontak pada mobil listrik sama dengan yang ada di ponsel. “Beda negara, maka berbeda pula plug-nya. Setiap mobil listrik memiliki jenis plug yang berbeda,” katanya beberapa waktu lalu (24/7).

Ia berharap, pemerintah konsisten menggunakan standar stop kontak. Hal ini bertujuan agar pengisian daya kendaraan menjadi lebih mudah. Saat ini, BMW menggunakan plug dengan standar internasional, yaitu CSS Type 2.

Karena itu, ia meminta pemerintah menggunakan jenis plug yang sama di berbagai lokasi pengisian. Ia juga berharap, regulasi menyediakan adaptor yang bisa digunakan untuk beragam stop kontak mobil listrik.

Di sisi lain, Ramesh juga berharap pemerintah dapat menciptakan lingkungan yang ramah bagi kendaraan listrik. Dengan demikian, penjualan mobil listrik dapat meningkat di dalam negeri.

(Baca: Menko Luhut Sebut Ekspor Nikel Dilarang untuk Pasok Baterai Lithium)

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan