Tertekan Beban Bunga, Hutama Karya Proyeksi Laba 2019 Hanya Tumbuh 10%

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

5/9/2019, 16.50 WIB

Target tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan laba 2018 yang mencapai 112,5% secara tahunan.

laba bersih, hutama karya
Arief Kamaludin (Katadata)
Laba bersih Hutama Karya tahun ini diprediksi hanya tumbuh 10% atau melambat signifikan dibandingkan pertumbuhan 2018 sebesar 112,5%.

PT Hutama Karya (Persero) memperkirakan hingga akhir tahun ini, perseroan hanya mampu mengantongi laba bersih Rp 2,4 triliun saja. Artinya laba bersih Hutama Karya hanya mampu tumbuh sekitar 10% dibandingkan laba bersih tahun lalu yang senilai Rp 2,2 triliun.

Padahal, laba bersih perusahaan konstruksi pelat merah ini pada tahun lalu mampu tumbuh hingga 112,5% secara tahunan dibandingkan dengan capaian laba bersih 2017. Artinya, pertumbuhan laba bersih tahun ini bakal tumbuh melambat secara signifikan.

Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo mengatakan, tertekannya pertumbuhan laba bersih perusahaan di akhir tahun ini karena perusahaan harus menanggung beban bunga karena mulai beroperasinya beberapa ruas jalan tol. Sebelumnya, dengan masih proses pembangunan jalan tol, beban bunga pinjaman tersebut dapat dikapitalisasi.

"Begitu jalan tol itu sudah beroperasi, biaya bunga sudah tidak bisa dikapitalisasi. Sehingga, langsung dibebankan di periode yang bersangkutan," kata Bintang saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (5/9).

(Baca: Hutama Karya Targetkan Tiga Ruas Jalan Tol Beroperasi Akhir Tahun Ini)

Bintang mengatakan, hingga akhir tahun ini, beban bunga yang harus ditanggung oleh Hutama Karya bisa senilai Rp 1,7 triliun. "Sehingga bottom line tidak bisa terlalu naik. Tahun lalu (beban bunga) masih bisa dikapitalisasi," katanya menambahkan.

Hingga saat ini, Hutama Karya sudah mengoperasikan beberapa ruas jalan tol, yaitu jalan Tol Medan-Binjai, Jalan Tol Palembang-Indralaya, dan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

Ada pun, beberapa ruas lagi bakal menyusul beroperasi pada tahun ini yaitu ruas Ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, dan sebagian Jalan Tol Banda Aceh-Sigli.

Jalan tol yang tengah digarap oleh Hutama karya merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yaitu Jalan Tol Trans Sumatera yang total panjangnya 2.765 km. Dari total tersebut, ada 12 ruas tol yang menjadi prioritas yaitu sepanjang 1.807 km.

(Baca: Meski Pendapatan Turun, Laba Bersih Hutama Karya Melonjak Hampir 80%)

Nilai investasi dari 12 ruas tol prioritas ini senilai Rp 339 triliun, di mana pendanaan 73% dari ekuitas dan 27% dari pinjaman. "Nilai investasi sebesar Rp 137 triliun untuk pembangunan non-prioritas sepanjang 958 km, di mana 70% dari ekuitas dan 30% dari pinjaman," jelas Bintang.

Per semester I 2019, Hutama Karya membukukan laba bersih senilai Rp 1,1 triliun. Laba bersih perusahaan konstruksi milik pemerintah tersebut meningkat hingga 79,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy) sebesar Rp 614 miliar dan telah mencapai 50,17% dari target laba bersih 2019 sebesar Rp 2,2 triliun.

Meski laba bersihnya melesat, Hutama Karya hanya mengantongi pendapatan senilai Rp 8,11 triliun, turun 16% dari pendapatan pada semester I 2018 senilai Rp 9,68 triliun. Pencapaian pendapatan tersebut baru 23,3% dari target pendapatan tahun ini sebesar Rp 34,32 triliun.

(Baca: Laba Hutama Karya Melonjak 106% pada 2018, Ditarget Stagnan Tahun Ini)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN