Cadangan Devisa Naik Tipis, BI: Capital Inflow Tertekan Gejolak Global

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Happy Fajrian

6/9/2019, 15.54 WIB

Cadangan devisa Agustus 2019 hanya naik US$ 500 juta di tengah gejolak ekonomi global.

cadangan devisa, bank indonesia, destry damayanti, perang dagang
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA
Ilustrasi. Cadangan devisa Agustus 2019 hanya naik US$ 500 juta lantaran tekanan ekonomi global mengganggu aliran masuk modal asing ke Indonesia.

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2019 mencapai US$ 126,4 miliar. Jumlah ini naik tipis sekitar US$ 500 juta dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$ 125,9 miliar. 

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, kenaikan tipis cadangan devisa di tengah gejolak global merupakan hal yang biasa. "Biasalah siklusnya seperti itu, dinamis karena kegelisahan di Agustus," katanya saat ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Jumat (6/9).

Ia menjelaskan, belakangan ini pasar memang agak tertekan karena memanasnya perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok dan isu krisis di Argentina. Maka dari itu, capital inflow menjadi sedikit terganggu.

Namun Destry mengungkapkan tak ada yang perlu dikhawatirkan karena posisi cadangan devisa saat ini masih aman. "Kalau kami melihat posisi cadangan devisa ini masih aman," ucap dia.

(Baca: Cadangan Devisa Agustus Naik Jadi US$ 126,4 M Berkat Penerimaan Migas)

Posisi cadangan devisa yang aman ini menurut dia disebabkan karena posisinya masih setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Ia menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman karena kebijakan fiskal dan moneter yang cukup prudent. Padahal, banyak negara di dunia yang mengalami perlambatan perekonomian hingga resesi.

Sebelumnya, BI menjelaskan kenaikan cadangan devisa pada Agustus 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya. Angka cadangan devisa ini dinilai BI mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

(Baca: IHSG Hari Ini Diprediksi Naik Jelang Rilis Data Cadangan Devisa)

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan