Kemendag Musnahkan Barang Impor Langgar Izin Senilai Rp 8 Miliar

Penulis: Rizky Alika

Editor: Agustiyanti

10/9/2019, 17.51 WIB

Pemusnahan barang impor dilakukan lantaran kelengkapan izin tidak sesuai ketentuan.

impor, kementerian perdagangan
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi impor. Pemusnahan tersebut dilakukan lantaran kelengkapan izin impor tidak sesuai ketentuan larangan dan pembatasan barang yang diimpor.

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan memusnahkan barang hasil temuan impor yang tidak sesuai izin senilai Rp 8 miliar dari empat importir. Pemusnahan tersebut dilakukan di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (10/9).

Pemusnahan tersebut dilakukan lantaran kelengkapan izin impor tidak sesuai ketentuan larangan dan pembatasan barang yang diimpor. "Misalnya surat persetujuan impor, nomor pendaftaran barang, serta laporan surveyor," kata Direktur Jenderal PKTN Veri Anggrijono berdasarkan siaran pers.

Barang yang dimusnahkan merupakan hasil temuan kegiatan pengawasan tata niaga impor di luar kawasan pabean (post border) periode Januari-Agustus 2019 di Jawa Timur. Barang tersebut, antara lain raket nyamuk, korek api, minyak ikan, luminer, dan kertas kanvas sejumlah 9 kontainer.

(Baca: Asosiasi Sebut Sembilan Pabrik Tekstil Tutup akibat Gempuran Impor)

Sehari sebelumnya, Veri juga memusnahkan barang impor yang tidak sesuai izin di Semarang, Jawa Tengah. Pada kegiatan ini, dimusnahkan barang temuan berupa mainan anak, biji plastik, dan sepeda roda dua dari empat importir.

Dari kegiatan pengawasan, ia menemukan importir yang melakukan pelanggaran, yaitu melakukan importasi tidak disertai perizinan impor yang sesuai. Oleh karena itu, barang impor tersebut dikenakan sanksi pemusnahan.

Ia juga menyampaikan, mekanisme pengawasan post border terdiri pemeriksaan kesesuaian antara izin impor milik pelaku usaha yang dikeluarkan Kemendag dengan barang yang diimpor. Kegiatan ini dilakukan setelah barang keluar dari kawasan pabean dengan tujuan mendorong percepatan usaha dan investasi di Indonesia.

(Baca: Riset Bank Dunia soal Investasi yang Memicu Kekesalan Jokowi)

Menurutnya, mekanisme post border bertujuan mempermudah pelaku usaha dalam melakukan importasi. "Namun, sebagai konsekuensinya Kemendag akan memperketat pengawasan barang impor di luar pabean,” ujarnya.

Direktur Tertib Niaga Wahyu Widayat menambahkan, kegiatan pemusnahan diharapkan memberikan efek jera bagi pengusaha yang tidak taat ketentuan. Kegiatan pemusnahan juga akan dilakukan di beberapa daerah lainnya.

Selain itu, Kemendag melakukan pemblokiran izin impor terhadap beberapa pelaku usaha yang melanggar aturan. "Tak ada kompromi bagi importir yang tidak taat atau menyalahgunakan aturan," kata Wahyu.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN