Habibie Meninggal, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan Selama Tiga Hari

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Ameidyo Daud

11/9/2019, 20.01 WIB

Pemerintah menetapkan hari berkabung nasional selam tiga hari karena meninggalnya Habibie.

Habibie, Meninggal, Bendera Setengah Tiang.
ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Patung Presiden RI ketiga BJ Habibie berdiri di pinggir jalan Trans Sulawesi. Pembangunan patung tersebut dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan biaya Rp 1,7 miliar.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengimbau masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai hari berkabung nasional atas meninggalnya BJ. Habibie. Pengibaran dilakukan hingga Sabtu (14/9) mendatang,

Presiden Ketiga RI tersebut meningggal pukul 18.05 WIB di RS Gatot Soebroto. Pratikno juga mengajak kantor pemerintah baik di dalam dan luar negeri mengibarkan bendera setengah tiang. 

“Sebagai rasa berkabung nasional,” kata Pratikno di Jakarta, Rabu (11/9).

(Baca: BJ Habibie Meninggal Dunia dalam Usia 83 Tahun)

Habibie meninggal pada usia 83 tahun karena gagal jantung dan penurunan fungsi organ lainnya. Jenazah akan dibawa ke rumah duka di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Habibie rencananya akan dimakamkan hari Kamis (12/9) di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Pesiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Habibie sebagai salah satu negarawan yang patut diteladani. Dia menyebut, dalam setiap persoalan bangsa, Habibie selalu hadir memberikan solusi-solusi bagi para penerusnya.

"Setiap persoalan negara yang terkait dengan ekonomi dan kebangsaan beliau langsung menyampaikan solusi dan jalan keluar. Kadang-kadang saya sering datang ke rumahnya dan beliau juga sering datang ke istana," ujar Jokowi saat menyampaikan pernyataan resminya, Rabu (11/09).

(Baca: Jokowi: Habibie Selalu Hadir di Setiap Persoalan Bangsa)

Jokowi hadir di saat detik-detik terakhir sebelum meninggalnya Habibie akibat akibat gagal jantung pada hari ini pukul 18.05 WIB. Jokowi hadir beberapa menit sebelum Habibie meninggal, namun sudah tidak dapat diajak berkomunikasi.

"Beberapa minggu yang lalu saya menjenguknya, tapi sedang kritis dan tidak bisa diajak komunikasi. Saya mewakili rakyat dan pemerintah Indonesia mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya," kata Jokowi.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN