Naik Kelas, Pengusaha Pariwista Dapat KUR Tambahan dari BNI

Penulis: Tim Publikasi Katadata

11/9/2019, 10.29 WIB

Penyerahan KUR "Naik Kelas" dilaksanakan secara simbolis oleh BNI kepada enam pengusaha di Denpasar, Bali, Selasa, 10 September 2019.

KUR BNI
BNI

Para pengusaha bidang pariwisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya serta Denpasar, Bali, telah menunjukkan kemampuannya untuk mengembangkan bisnis mereka. Dengan demikian, mereka layak mendapatkan kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) lanjutan atau KUR bagi pengusaha yang "naik kelas". BNI menyiapkan proses penyaluran KUR bagi pengusaha yang naik kelas ini dengan cara lebih mudah dan lebih cepat. 

 

Penyerahan KUR "Naik Kelas" dilaksanakan secara simbolis oleh BNI kepada enam pengusaha di Denpasar, Bali, Selasa, 10 September 2019. Selain itu, juga ada penyerahan terhadap lima pengusaha sektor pariwisata asal Labuan Bajo dan sekitarnya, sehari sebelumnya (9 September 2019). Acara tersebut dilaksanakan berbarengan dengan kunjungan kerja Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno bersama beberapa direktur utama BUMN, termasuk Direktur Utama BNI Achmad Baiquni. 

 

Para penerima KUR asal Denpasar dan sekitarnya tersebut berjumlah lima orang pengusaha perempuan dan satu orang pengusaha laki-laki, Mereka adalah Ni Nyoman Seri Rahayu (pengusaha pakaian lukis), Komang Adriani (pengusaha makanan sosis bakar dan minimarket), Ni Ketut Gandawati (pengusaha rengginang), Ni Wayan Erni Asih (pengusaha sabun), serta Maesaroh (pengusaha kerajinan perhiasan dari emas). Sedangkan pengusaha laki-laki yang turut menerima KUR “Naik Kelas” di Bali adalah I Ketut Darmawan (pengusaha kain tenun atau songket).

 

Adapun lima penerima KUR Pariwisata yang menerima secara simbolis di Labuan Bajo adalah Antonia Ariyani Tani (pengusaha tenun dan souvenir), Suyati (pengusaha kuliner), Oktovianus Ngara (pengusaha kuliner), Robert K Diaz (pengusaha cafe, homestay, agen wisata, dan travel), serta Kornelis Gega (pengusaha homestay). 

 

Corporate Secretary BNI Meiliana mengungkapkan, usaha kecil yang naik kelas di NTT terus menggeliat. Salah satu indikasinya adalah penyerapan KUR yang disalurkan BNI. "Penyaluran KUR BNI di Ende dan Labuan Bajo selama 2019 hingga bulan Agustus saja sudah menyentuh UMKM sekitar 1.000 orang," ujarnya.

 

Hingga Agustus 2019, realisasi Penyaluran KUR oleh BNI mencapai Rp 12,85 triliun atau 80 persen dari target 2019. Sebagian besar KUR tersebut tersalurkan ke sektor produksi, yaitu mencapai sebesar 51,8 persen dari total KUR yang telah didistribusikan hingga Agustus 2019.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha