SKK Migas Ingin Percepat Pengembangan Lapangan Ande-Ande Lumut

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

11/9/2019, 19.55 WIB

Pemerintah telah lama menyetujui rencana pengembangan (PoD) Lapangan Ande-Ande Lumut. Namun tidak bisa segera dikembangkan karena turunnya harga minyak.

SKK Migas, Lapangan Ande-Ande Lumut
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, logo Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). SKK Migas ingin percepat pengembangan Lapangan Ande-Ande Lumut.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berupaya mendongkrak produksi migas nasional. Salah satunya dengan percepatan pembagunan fasilitas di Lapangan Ande-Ande Lumut Blok Northwest Natuna.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abudrrahman mengatakan pihaknya akan segera mempercepat pengembangan lapangan tersebut sehingga bisa segera memproduksi migas. SKK Migas pun akan memanggil operator blok tersebut pada pekan depan.

"Secepatnya, kalau bisa besok ya besok kami panggil. Tapi ini kan juga masih menunggu participating interest-nya antara Ophir dengan AWE. AWE sudah oke," kata Fatar saat ditemui di Gedung Komisi VII DPR RI, Rabu (11/9).

Hak partisipasi Blok Ande-Ande Lumut memang akan berpindah tangan dari Ophir ke AWE Holdings Singapore Pte Ltd. AWE Holding merupakan perusahaan milik Mitsui yang berasal Jepang.

(Baca: Eksplorasi dan EOR Jaga Asa Capai Produksi Minyak 1 Juta BOPD di 2030)

Lebih lanjut Fatar mengatakan pemerintah sebenarnya sudah lama menyetujui rencana pengembangan (PoD) Lapangan Ande-Ande Lumut. Namun pengembangan lapangan tersebut terhalang harga minyak yang rendah.

Lapangan tersebut pun menjadi tidak ekonomis untuk dikembangkan. Sebab, dibutuhkan biaya yang besar untuk pembangunan fasilitas dan injeksi kimia. "Kalau harga sudah di US$ 60 tidak ada masalah. Kalau dulu US$ 30, berat mereka," kata Fatar.

 Berdasarkan data SKK Migas, proyek Ande-Ande Lumut sebelumnya ditargetkan berproduksi pada kuartal pertama 2021. Adapun kapasitas produksi yang akan dibangun sekitar 25-40 ribu barel per hari (bph).

Biarpun begitu, SKK Migas memproyeksi produksi Lapangan Ande-Ande Lumut bisa mencapai 25 ribu barel minyak per hari (bopd). "Itu yang harusnya dikejar, karena ada investor Mitshui semoga ini bisa cepatlah," kata Fatar.

Lapangan Ande-ande Lumut ditaksir mengandung cadangan terbukti dan terduga (proved and probable) sekitar 100 juta barel minyak. Lapangan ini ditemukan pada 2000 lalu, kemudian dilakukan pengeboran sumur pada 2006.

(Baca: Jadi Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Ingin Maksimalkan Lifting Migas)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN