Pemerintah Bakal Buat Sayembara Desain Istana Kepresidenan di Jayapura

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ekarina

12/9/2019, 05.00 WIB

Sayembara desain Istana Kepresidenan bakal dilangsungkan setelah proses kajian dimulai.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membuat video blogging perkembangan proyek jalan tol Bawen-Salatiga di Kabupaten Semarang, 7 April 2017.
ANTARA FOTO/Aji Styawan
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membuat video blogging perkembangan proyek jalan tol Bawen-Salatiga di Kabupaten Semarang, 7 April 2017.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya akan membuat sayembara desain Istana Kepresidenan di Jayapura, Papua. Hal tersebut dilakukan guna mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan Istana Kepresidenan di Bumi Cendrawasih.

Basuki meyakini banyak orang yang mau ikut serta untuk mendesain Istana Kepresidenan di Jayapura. "Semua orang kan mau kontribusi (membuat desain). Itu kan membangun Istana. Nanti kami sayembarakan," kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/9).

(Baca: Abisai Rollo, Eks Timses Jokowi yang Pimpin Tokoh Papua ke Istana)

Sayembara desain Istana Kepresidenan bakal dilangsungkan setelah proses kajian dimulai pada Oktober 2019.  "Kalau mau, desain dulu paling nanti pertengahan 2020 baru tender (lelang pembangungan Istana)," kata Basuki.

Wacana pembangunan Istana Kepresidenan di Jayapura muncul setelah Presiden Joko Widodo bertemu dengan 61 tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9). Rencananya, Istana Kepresidenan di Jayapura dibangun di atas lahan seluas 10 hektare.

Lahan tersebut merupakan hibah dari Ketua DPRD Jayapura Abisai Rollo yang juga hadir dalam pertemuan dengan kepala negara. Lahan tersebut diberikan lantaran pembangunan Istana Kepresidenan di Jayapura terkendala masalah tanah.

“Mulai tahun depan Istana ini akan dibangun (di Papua),” kata Jokowi.

(Baca: Dapat Hibah Tanah, Jokowi: Istana di Papua Dibangun Mulai 2020)

Abisai mengatakan, dengan dibangunnya Istana Kepresidenan di sana diharapkan dapat mendekatkan simbol negara ke Bumi Cendrawasih. Jokowi juga akan lebih mudah berkunjung dan memantau kondisi di Papua.

“Sehingga Bapak Presiden dalam lima tahun ini jadi Presiden pertama yang berkantor di Istana Presiden di Papua,” ujar Abisai.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN