Darmin MInta Menhub Kembangkan Angkutan Logistik untuk Dorong Ekonomi

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ekarina

14/9/2019, 17.01 WIB

Darmin menambahkan, transportasi harus dilihat sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sistem logistik dari para produsen.

Suasana uji coba uji coba atau try out pengoperasian kereta khusus dan bongkar muat kontainer barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (18/02). Menko Kemaritiman Rizal Ramli yang hadir meninjau ingin memastikan kereta angkutan barang ini bisa seg
Arief Kamaludin|KATADATA
Suasana uji coba uji coba atau try out pengoperasian kereta khusus dan bongkar muat kontainer barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (18/02). Menko Kemaritiman Rizal Ramli yang hadir meninjau ingin memastikan kereta angkutan barang ini bisa segera beroperasi untuk mengurai lamanya Dwelling Time dan kontainer keluar masuk Pelabuhan Priok.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap agar Kementerian Perhubungan menyiapkan jasa layanan untuk angkutan barang, selain fokus pada pengembangan angkutan penumpang untuk mendorong perekonomian. Hal itu sebagaimana yang terdapat di negara maju,  yang memiliki rangkaian kereta yang panjang, apa lagi kereta barang.

"Di sana angkutan kereta api sangat berperan sebagai angkutan masal dan barang. Orang iya, tapi barang tidak kalah pentingnya," ujar Darmin saat menyampaikan keynote speech pada Konferensi Harhubnas 2019 di Jakarta seperti dikutip dari siaran resmi, Sabtu (14/9).

(Baca: Kisah Pelaku UMKM Raih Omzet Ratusan Juta Lewat Bisnis Agen Logistik)

Darmin menambahkan, transportasi harus dilihat sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sistem logistik dari para produsen. Saat ini, sekitar 90% pengangkutan barang masih menggunakan truk. Padahal, jenis angkutan truk memiliki beberapa keterbatasan atau bahkan kerap melakukan pelanggaran aturan beban maksimum.

Dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah telah memilih Proyek Strategis Nasional (PSN) yang pada saat ini terdiri dari 223 Proyek dan 3 Program. "Ini semua merupakan backbone (tulang punggung) dari sarana transportasi” ujar Darmin.

(Baca: Taktik Prahu-Hub Atasi Masalah Menahun Biaya Mahal Logistik Indonesia)

Karenanya, infrastruktur perhubungan yang sudah dibangun di Jawa dan beberapa pulau lain, menurutnya harus dikembangkan dan dioptimalisasi. Sehingga, terhubung dengan kawasan pusat pertumbuhan ekonomi dan sentra produksi rakyat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Setelah dioptimalkan, selanjutnya perlu dibentuk standar dan keteraturan. "Kita perlu tahu dari setiap antar kota itu perlu ada informasi yang jelas, jadwalnya, biayanya. Begitu juga kereta api, kapal laut, bahkan angkatan udara. Kalau sudah begitu kita bisa berharap logistik modern akan terlahir,” uajrnya.

Karenanya, diperlukan sistem informasi di kota mengenai alat angkutan, sarana, barang, harga, tarif, dan jadwal melalui transformasi ekonomi dan digital.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan