Jokowi: Upaya Pemadaman Karhutla di Riau Sudah Maksimal
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah terus menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau secara maksimal. Presiden pun telah meminta adanya penambahan pasukan untuk memadamkan karhutla di Bumi Lancang Kuning.
Menurut Jokowi, pemerintah telah menerjunkan 5.600 pasukan untuk memadamkan api lewat darat pada Senin (16/9). “Segala usaha sudah dilakukan. Yang di darat (pemadaman) sudah semuanya,” kata Jokowi di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9).
Selain itu, Jokowi menyebut pihaknya akan melakukan water bombing di lokasi karhutla. Kepala Negara menuturkan, ada 52 pesawat yang dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
(Baca: Jokowi Marah Kebakaran Hutan Terjadi Lagi, Sebut Bawahannya Lalai)
Lebih lanjut, Jokowi menyebutkan pemerintah terus melakukan hujan buatan untuk memadamkan karhutla. Hujan buatan sudah dilakukan sejak Jumat (13/9).
“Sudah diterbangkan dan alhamdulillah saat itu di Indragiri Hilir juga hujan turun. Ini sekarang kita lakukan lagi menabur garam," kata Presiden.
Meski upaya pemadaman telah dilakukan, Jokowi menilai langkah terbaik tetaplah dengan mencegah titik api tidak semakin membesar. Jokowi pun mengimbau seluruh pihak untuk tidak membakar lahan gambut dan hutan yang dapat menyebabkan kebakaran semakin meluas.
(Baca: Video: Hutan Terbakar, Kabut Asap Menyebar)
Eks Gubernur DKI Jakarta itu pun memerintahkan aparat mengambil tindakan tegas bagi para pelaku pembakaran. “Baik yang perorangan, baik korporasi, semuanya sudah ada tindakan tegas ke sana," tandasnya.
Untuk diketahui, Jokowi hari ini melakukan peninjauan langsung ke dua lokasi karhutla di Riau. Dua lokasi tersebut yakni di Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, dan Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Sebelum melakukan peninjauan tersebut, Presiden mengawali kegiatannya dengan melaksanakan ibadah salat Istiska. Hal tersebut dilakukan untuk memohon adanya hujan di lokasi karhutla.
(Baca: Dampak Asap Karhutla terhadap Kesehatan: Iritasi hingga Kematian)