Arab Saudi Sebut Pasokan Pulih, Harga Minyak Turun 6%

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ameidyo Daud

18/9/2019, 09.03 WIB

Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyatakan pemerintah Saudi saat ini telah memulihkan pasokan minyak.

Harga Minyak, Arab Saudi, Minyak.
ANTARA FOTO/REUTERS
Kilang Saudi Aramco di Buqayq, Arab Saudi, yang diserang drone pada Sabtu (14/9/2019). Harga minyak Rabu (18/9) turuun 6% karena pemerintah Saudi mengklaim pasokan minyak dipulihkan.

Harga minyak dunia turun sekitar 6% pada perdagangan Selasa Eastern Daylight Time (EDT) atau Rabu (18/9) waktu Indonesia. Hal itu terjadi setelah Menteri Energi Arab Saudi menyatakan berhasil mengembalikan pasokan minyak mentah yang sebelumnya terganggu akibat serangan ke kilang Saudi Aramco akhir pekan lalu.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka jenis Brent merosot 6,5% menjadi US$ 64,55 per barel. Sedangkan minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 5,7%, menjadi US$ 59,34 per barel.

Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyatakan pemerintah Saudi saat ini telah memulihkan pasokan minyak.  Sebelumnya dampak serangan diperkirakan membuat negara Timur Tengah tersebut kehilangan produksi sekitar 5,7 juta barel per hari (bpd) pada akhir September 2019.

(Baca: Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Harga Minyak Dunia)

“Berita terbaru berarti kami tidak akan terburu-buru merevisi harga minyak US$ 60 per barel pada akhir 2019,” kata ekonom Capital Economics, Caroline Bain dilansir dari Reuters, Rabu (18/9).

Sedangkan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence mengatakan pihaknya sedang memeriksa bukti yang kuat yang menunjukkan bahwa Iran berada di balik serangan tersebut. Namun Iran menolak tuduhan AS bahwa mereka dalang di balik serangan fasilitas kilang minyak Saudi.

Hubungan AS-Iran memburuk sejak Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir dan menerapkan kembali sanksi terhadap ekspor minyak Iran. “Presiden akan menentukan tindakan terbaik ke depan," kata Pence.

Data dari American Petroleum Institute menunjukkan jumlah minyak mentah AS naik 592.000 barel menjadi 422,5 juta hingga 13 September 2019. Namun data resmi dari pemerintah AS baru akan dirilis hari ini.

(Baca: Pasokan BBM Dalam Negeri Tak Terganggu Kasus Serangan di Saudi Aramco)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan